Breaking News:

Heboh Medsos

Sungguh Menyedihkan, Ternyata Ini Alasan Pak Polisi Lalu Lintas Tak Melawan saat Dicakar dan Dicekik

"Saya hanya manusia biasa, tapi baju ini yang menghidupi saya, harus saya bela, saya tidak mau baju saya dikata-katain kotor kayak gitu,"

Instagram
Aiptu Sutisna saat dicakar Dora Natalia Singarimbun. (Instagram) 

TRIBUN-MEDAN.com - "Saya hanya manusia biasa, tapi baju ini yang menghidupi saya, harus saya bela, saya tidak mau baju saya dikata-katain kotor kayak gitu. Saya mendapatkan baju ini juga dengan susah payah," kata Aiptu Sutisna.

Sejak bergabung dengan institusi kepolisian pada 1993, Aiptu Sutisna telah menghadapi berbagai macam situasi.

Namun, selama 13 tahun di lapangan dan 10 tahun jadi polisi lalu lintas di Ibu Kota, belum pernah ia dimaki dan diserang seperti perempuan yang menyerangnya di Jalan Jatinegara Barat, Selasa (13/12/2016) kemarin.

"Kalau pribadi saya, sebesar apa pun kesalahan orang kalau minta maaf pasti saya maafkan. Mungkin ibu Dora karena khilaf atau ada masalah. Alhamdulillah-nya ketemu sama saya. Kalau ketemu yang lain, enggak taulah apa yang terjadi," ujar Sutisna.

Sutisna bercerita, pada Selasa pagi itu, tiba-tiba dia diteriaki cacian kasar dari seorang perempuan yang mengemudi Xenia.

Baca Juga: Teramat Galau, Begini Curhatan Wanita Penyerang Polisi Lalu-lintas yang Bikin Geger Dunia Maya

Aiptu Sutisna
Anggota Patroli dan Pengawalan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Aiptu Sutisna di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/12/2016), menceritakan pengalamannya dianiaya perempuan di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur. [Kompas.com].

Kebingungan, Sutisna pun berniat mencatat pelat nomor polisi mobil Xenia itu dengan memotretnya. Perempuan itu langsung turun dari mobilnya dan merampas ponsel Sutisna.

"Setelah itu dia bilang, 'Saya ini orang Mahkamah Agung, handphone kamu saya sita, nanti kamu ambil di Mahkamah Agung'. Saya bilang, 'Saya enggak perlu ngambil ke MA, kalau Ibu mau, silakan ambil handphone saya, lah wong handphone saya jelek'," kata Sutisna mengulang percakapan waktu itu.

Sutisna mengaku terus mencoba mengklarifikasi alasan perempuan itu memakinya, namun perempuan itu malah mencoba pergi. Sutisna pun mengambil kunci yang tertancap di kontak mobil Xenia, dan melangkah ke jalur busway untuk melanjutkan pekerjaannya.

Tindakan Sutisna memicu amarah perempuan tersebut. Dia memukul sambil menarik-narik bajunya. Terlihat dalam video yang beredar, topi polisi Sutisna lepas saat dipukuli.

Akibat dipukuli, lencana di seragam cokelat Sutisna lepas, begitu juga rompi hijaunya yang hampir terlepas.

Sutisna tak membalas penganiaayaan yang dialaminya. Ia malah mengembalikan kunci mobil perempuan itu yang sempat disitanya, dan membiarkan dia pergi.

Usai insiden itu, Sutisna baru melaporkan itu ke Mapolres Metro Jakarta Timur. Ia mengaku sudah memaafkan perempuan itu, namun tidak yakin akan mencabut laporannya.

"Ya itu nanti tinggal lihat saja. Ya kalau minta maaf ya saya maafkan. Pada saat saya kasih kunci saya udah maafkan dia. Tidak ada masalah sama dia. Tapi kenapa saya laporkan, saya merasa kok baju saya kok dihina-hina kaya gitu," ujar Sutisna.

Penghargaan atas kesabaran

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved