Peneliti HRW: Kemunginkan Sangat Kecil Ahok Tidak Masuk Penjara

Andreas mengatakan, dirinya telah menjadi peneliti kasus-kasus penistaan agama selama 15 tahun.

Peneliti HRW: Kemunginkan Sangat Kecil Ahok Tidak Masuk Penjara
KOMPAS.COM
Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, hadir dalam sidang perdana kasus penistaan agama di Pengadilan Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Selasa (13/12/2016). Ahok ditetapkan menjadi tersangka karena mengutip ayat suci saat menyampaikan sambutan di hadapan warga Kepulauan Seribu. 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Peneliti Human Rights Watch (HRW), Andreas Harsono, mengatakan tidak yakin Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bisa keluar dari jeratan hukum terkait kasus dugaan penodaan agama yang membelitnya.

Andreas mengatakan, dirinya telah menjadi peneliti kasus-kasus penistaan agama selama 15 tahun.

Dalam hampir setiap kasus yang diangkat ke meja hijau, pelaku kebanyakan dinyatakan bersalah dengan dakwaan penodaan agama.

Baca: Kalau Ahok Divonis Bersalah, Apakah Djarot Naik Tahta? Belum Tentu

"Kemunginkan sangat kecil Ahok tidak masuk penjara. Selama opini publik belum tergeser, selama itu juga stigma itu ada di pikiran orang," ujar Andreas saat diskusi publik di Jakarta Pusat, Minggu (18/12/2016).

Berdasarkan data HRW, sejak era reformasi, terdapat 130 kasus penodaan agama yang telah masuk ke pengadilan dan telah divonis bersalah.

Termasuk kasus Lia Eden. Namun, dari ratusan kasus, ada beberapa yang lolos jeratan hukum.

Misalnya, kasus dugaan penodaaan agama yang dilakukan Pendeta Moses Alegesan dari Medan.

Moses saat itu dituduh menistakan agama Hindu etnik Tamil. Dia divonis bebas karena apa yang dilakukannya yaitu menerjemahkan kitab agama Hindu bukan dianggap sebuah penodaan.

"Tapi saya harap saya salah, saya bukan mengharapkan Ahok dipenjara. Saya sudah teliti 15 tahun, kalau bacaan saya begitu, mudah-mudahan saya salah," ujar Andreas.

Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved