Breaking News:

Ngopi Sore

Aleppo, Twitter Bana al-Abed, dan Peluru dari Mevlut Altintas

Perang besar tidak selalu berawal dari titik nol. Seringkali justru melesat dari tempias persoalan lain.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP PHOTO/HURRYET/HASIM KILIC
PENEMBAKAN Duta Besar Rusia di Ankara, Turki, Selasa (20/12/2016) 

Apa yang jadi alasan Mevlut Altintas menembak Korlov belum dikemukakan. Pastinya, baik pemerintah Rusia maupun Turki telah sama-sama memberikan keterangan yang dingin. Keterangan yang berupaya meredam lesatan syakwasangka dan curiga. Rusia dan Turki sama- sama bilang bahwa tindakan Melvut adalah provokasi.

Peperangan di Aleppo memang menyulut amarah siapapun yang masih punya perasaan. Nurani pasti terusik. Pembunuhan dalam perang mungkin legal. Tetapi pembunuhan warga sipil dalam perang setara dengan pembunuhan berencana dan atas alasan apapun tidak dapat dibenarkan.(t agus khaidir)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved