Beredar Surat dari Mabes Almarhum Pemenang Pilkada Jadi Tersangka Pencucian Uang

Foto diunggah akun Facebook bernama Ewin. Ewin selama ini diketahui sering ikut dalam kampanye tim pemenangan pasangan calon Wesley Silalahi-Sailanto.

Beredar Surat dari Mabes Almarhum Pemenang Pilkada Jadi Tersangka Pencucian Uang
Tribun Medan/Royandi Hutasoit
Hulman Sitorus semasa hidup, saat menunjukkan surat suara, seusai memilih di TPS 12 Kelurahan Siopat Suhu, Siantar Timur, Rabu (16/11/2016) (Tribun Medan/Royandi Hutasoit) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR-Beredar kabar dua Komisioner KPUD Pematangsiantar, Mangasi Purba dan Batara Manurung ditetapkan menjadi tersangka oleh Mabes Polri.

Informasi ini beredar melalui media sosial dengan unggahan foto yang mirip dengan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) yang dikeluarkan oleh Mabes Polri.

Foto diunggah akun Facebook bernama Ewin. Ewin selama ini diketahui sering ikut dalam kampanye tim pemenangan pasangan calon Wesley Silalahi dan Sailanto pada Pilkada Kota Pematangsintar.

Baca: KPUD Pematangsiantar Tetapkan Wali Kota Terpilih Meski Bawaslu Minta Ditunda

Selain Mangasi dan Batara, dalam surat tersebut disebutkan bahwa pemenang Pilkada Kota Pematangsiantar, Hulman Sitorus dan Hefriansyah Noor turut menjadi tersangka. Hulman Sitorus telah meninggal, 8 Desember lalu.

Dalam foto SP2HP yang diunggah ke media sosial tersebut, ke empat orang ini disebut tersangka atas laporan polisi No: Dumas/41/XI Tipidkor pada tanggal 29 November 2016, atas laporan dari Daniel Shamser Bath.

foto
Foto yang diunggah oleh tim sukses Wesley dan Sailanto, Ewin di media sosial facebooknya.

Adapun kasus yang disangkakan yaitu tindak pidana pecucian uang. Pelapor dan pengungah foto tersebut tidak berani menyampaikan perihal kebenaran foto tersebut.

Dalam unggahan tersebut dituliskan nomor polisi yang bisa ditanyakan terkait pelayanan penyidikan. Nomor polisi tersebut adalah Brigadir Polisi Ratno. Namun, saat dihubungi oleh wartawan Brigadir Polisi Ratno menyatakan tidak tahu menahu terkait kasus tersebut. 

Ia juga menyampaikan bahwa sudah banyak yang menghubunginya untuk mempertanyakan perkembangan kasus tersebut. Namun dia tidak tahu menahu atas pencatutan namanya.

Baca: Ribuan Warga Siantar Memilih Golput

Kemudian saat dihubungi kembali oleh Tribun Medan. Nomor dari Brigadir Polisi Ratno tidak bisa aktif lagi. Pesan singkat WhatsApo yang dilayangkan pun hanya dibacanya.

Ketua KPUD Kota Pematangsiantar, Mangasi Purba saat ditanyakan perihal isu tersebut mengatakan bahwa isu tersebut adalah tidak benar. "Kami pastikan itu tidak benar. Kami tidak pernah dipanggil ataupun diperiksa oleh Badan Reserse Kriminal Polri," ujarnya.

Mangasi menyampaikan bahwa mereka saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk melaporkan penyebaran isu tersebut, karena menurutnya isu tersebut sudah keterlaluan dan sudah mencemarkan nama baik mereka maupun nama baik dari KPU.

"Terkait permasalahan ini, sudah kami sampaikan surat kami ke KPU Sumut untuk diteruskan ke KPU RI. Kami tidak akan diam kali ini. Sudah keterlaluan ini. Kami akan mengambil langkah hukum atas isu ini. Semoga kita semua bisa tidur nyenyak," ujarnya.

Terpisah, Hefriansyah Noor saat dihubungi melalui sambungan telepon membantah isu yang beredar tersebut.

"Enggak ada itu. Enggak jelas itu. Capek saya mengklarifikasi isu-isu enggak jelas begitu. Saya ngurusi yang jelas-jelas ajalah," ujarnya. (ryd/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved