Menunggu Sekda, Praja IPDN Malah Kehilangan Jam Harga Jutaan Rupiah
"Tadi ke kamar mandi karena lagi BAB (buang air besar). Jam SWAT kubeli harganya Rp 1,6 juta," ujar Abdy.
Penulis: Indra Gunawan |
Laporan Wartawan Tribun Medan Indra Gunawan Sipahutar
TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM-Sebanyak 14 orang Institut Pemerintahan Dalam Negeri berkunjung ke Kantor Bupati Deliserdang Kamis, (29/12/2016). Mereka datang karena saat ini sedang cuti dan ingin berjumpa alumnus IPDN yang juga Sekda Deliserdang, Asrin Naim.
Mereka sudah tiba di kantor Bupati. Namun, karena Sekda Asrin Naim sedang menerima kunjungan kerja anggota DPRD Sumut, merekapun tampak menunggu lama di ruangan.
Sial bagi Praja atas nama Muhammad Abdy Prasetyo. Saat menunggu Sekda dirinyapun kehilangan jam tangan bermerk SWAT. Ia kehilangan jam tangan saat memasuki kamar mandi dekat Aula Cendana Kantor Bupati.
Baca: Lulusan IPDN Wajib Ikut Militer
"Tadi ke kamar mandi. Jam SWAT kubeli harganya Rp 1,6 juta," ujar Abdy.
Abdy yang mengaku masih semester 1 ini mengatakan setelah buang air, dirinya kembali ke ruangan Sekda. Tidak berselang berapa lama dirinyapun baru sadar.
"Begitu ingat, langsung balik lagi. Cuma enggak ada lagi jamku itu," kata Abdy.
Diketahui dari 14 orang Praja IPDN satu diantaranya merupakan anak Kabag Hukum Pemkab, Edwin Nasution. Anaknya yang perempuan Razanah Azzahra Zulfa Nasution diketahui masih semester 1.
"Iya itu anak pertama saya. Harapan saya dia bisa jadi Sekda-lah nanti," kata Edwin saat dihubungi. (dra/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/praja_ipdn_20161229_144817.jpg)