Baca Selengkapnya di Tribun Medan

Jaksa Dakwa Ramadhan Rp 15,3 Miliar

Dalam amar dakwaan, yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabarita Siahaan menjelaskan, kasus dugaan penipuan yang dilakukan Ramadhan dan Linda

Jaksa Dakwa Ramadhan Rp 15,3 Miliar
Tribun Medan / Azis
Ramadhan Pohan, tersangka kasus dugaan penipuan saat menjalani sidang perdana di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (3/1/2017). (Tribun Medan / Azis) 

- Penasihat Hukum Dua Terdakwa Ajukan Ekspesi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mantan calon Wali Kota Medan Ramadhan Pohan menjalani sidang perdana sebagai terdakwa kasus dugaan penipuan senilai Rp 15,3 miliar di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (3/1/).

Ramadhan tak sendirian menjalani sidang dengan agenda dakwaan tersebut. Politisi Partai Demokrat ini disidangkan bersama terdakwa lainnya, Savita Linda Hora Panjaitan.

Baca: Ramadhan Pohan dan Savita Linda Hora Panjaitan Tidak Ditahan

Savita adalah Sekretaris Tim Pemenangan Ramadhan pada Pilkada Kota Medan. Namun, berkas kedua terdakwa terpisah.

Ramadhan dan Linda didakwa telah melakukan penipuan atau menggelapkan Rp 10,8 miliar milik Rotua Hotnida Simanjuntak dan Rp 4,5 miliar dari putranya, Laurenz Hanry Hamonangan Sianipar.

Dalam amar dakwaan, yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabarita Siahaan menjelaskan, kasus dugaan penipuan yang dilakukan Ramadhan dan Linda adalah meminjam uang kepada Laurenz dan Rotua.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan

Ia menceritakan, Laurenz awalnya tidak mengenal Ramadhan. Laurenz mengenal Ramadhan melalui Linda.
Setelah melakukan beberapa kali pertemuan, Laurenz mengaku terbujuk rayu, dan janji memberikan uang sebesar Rp 4,5 miliar untuk kepentingan Ramadhan, yang maju pada Pilkada Kota Medan sebagai calon Wali Kota Medan 2016-2021.

Uang tersebut ia serahkan di posko pemenangan pasangan Ramadhan-Eddy Kusuma (REDI). Laurenz percaya, karena Ramadhan menyerahkan kepadanya selembar cek bernilai Rp 4,5 miliar, dan berjanji akan memberi uang imbalan, saat mengembalikan pinjaman, Rp 400 juta.

Baca: Dilimpahkan ke Kejati, Ini Kata Kuasa Hukum Ramadhan Pohan

"Rotua Hotnida Simanjuntak Rp 10,8 miliar dan Laurenz Hendry Hamongan Hendry Sianipar Rp 4,5 miliar," kata Sabarita di hadapan majelis hakim, dengan Ketua Djaniko Girsang dan dua anggota Erintuah Damanik dan Morgan Simanjuntak.

Sabarita menjelaskan, kasus ini bermula saat Linda mengenalkan Ramadhan dan istrinya Asti Riefa Dwiyandani kepada Rotua dan suaminya Timbang Sianipar pada 2 September 2015.

Pelimpahan Ramadhan Pohan tribun
Pelimpahan Ramadhan Pohan, tersangka kasus dugaan penipuan batal ke Kejati Sumut batal, Selasa (29/11/2016). Penyidik akhirnya membawa Ramadhan ‘pohan kembali Mapolda Sumut.(Tribun Medan / Azis)
Halaman
12
Editor: sofyan akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved