Sepanjang 2017, PT Kereta Api Fokus Membebaskan Lahan untuk Jalur Binjai-Kualanamu

Fokus melakukan pengerjaan desain dan juga pembebasan lahan untuk kereta api bandara dari Stasiun Binjai ke Stasiun Kualanamu.

Penulis: Ayu Prasandi | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-Medan.com/ Ayu Prasandi
Suasana di stasiun kereta api Binjai, Rabu (4/1/2017). (Tribun-Medan.com/ Ayu Prasandi) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - PT Kereta Api Indonesia (KAI) di tahun 2017 ini akan fokus melakukan pengerjaan desain dan juga pembebasan lahan untuk kereta api bandara dari Stasiun Binjai ke Stasiun Kualanamu.

Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Joni Martinus saat dihubungi Tribun, mengatakan, setelah melakukan desain dan juga pembebasan lahan di tahun 2017, PT KAI akan terus melakukan pembangunan dan di 2018 mendatang akan dilakukan pembangunan fisik seperti pembangunan rel kereta api.

“Pembangunan kereta api bandara Binjai-Kualanamu memang akan menjadi proyeksi utama PT KAI. Hal tersebut untuk memudahkan masyarakat terutama masyarakat Binjai yang ingin ke Bandara Kualanamu,” ujarnya, Rabu (4/1/2017).

Ia menerangkan, nantinya, kereta api bandara Binjai-Kualanamu tersebut akan transit sebentar di Stasiun Medan dan kemudian lanjut lagi ke Bandara Kualanamu.

“Nantinya, PT KAI akan menggunakan jalur layang kereta api sepanjang 11 kilometer untuk kereta api bandara Binjai-Kualanamu tersebut,” terangnya.

Baca: Dibanding Tahun Lalu, Lonjakan Penumpang di Kualanamu Naik 3 Persen. Ini Alasannya

Ia menjelaskan, jalur layang tersebut menurut rencana akan dibuat dari Medan ke Sunggal. Hal tersebut dilakukan mengingat sepanjang rel tersebut banyak perlintasan sebidang dan dibuat agar menghindari crossing.

“Kalau untuk investasi belum bisa diberikan nilainya karena sampai saat ini masih fokus pada desain dan pembebasan lahan. Setelah desain selesai baru bisa diketahui berapa dana yang diperlukan,” jelasnya.

Ia menuturkan, desain yang akan dilakukan PT KAI juga tak hanya sebatas desain rel, tetapi juga desain stasiun. Nantinya, PT KAI akan melakukan perombakan untuk Stasiun Binjai.

“Stasiun Binjai merupakan salah satu bangunan heritage. Nantinya, PT KAI akan melakukan perombakan agar Stasiun Binjai menjadi lebih menarik dan lebih baik namun tetap tak menghilangkan nilai-nilai heritagenya,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, memilih membangun kereta api bandara Binjai-Kualanamu karena Binjai merupakan kota yang memiliki potensi besar dalam perekonomian.

“Dengan perekonomian yang bagus tersebut, maka potensi jumlah penumpang dari dan ke Bandara Kualanamu juga akan semakin banyak,” ungkapnya.

Ia mengatakan, PT KAI berharap dengan diproyeksikannya pembangunan kereta api bandara Binjai-Kualanamu tersebut bisa semakin memudahkan penumpangyang ingin ke bandara dan semakin meningkatkan jumlah penumpang kereta api bandara.

(pra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved