Breaking News:

Baca Selengkapnya di Tribun Medan

Penyewa di Kompleks Pamen Rugi Jutaan

"Seharusnya kontraknya habis Maret nanti. Tapi mau gimana lagi?" kata Ahmad. Ia kemudian sibuk mengangkati barang-barangnya ke becak.

Editor: Liston Damanik
Tribun-Medan.com/ Array Argus
Petugas Kodam I/BB menertibkan bangunan di komplek Pamen Jl Djamin Ginting. Salah satu bangunan yang dirubuhkan adalah toko parfum Amanda, Sabtu (7/1/2017). (Tribun-Medan.com/ Array Argus) 

MEDAN, TRIBUN - Pengusaha parfum Ahmad Maulana, yang menyewa bangunan di Kompleks Pamen Jalan Djamin Ginting, Padangbulan, Medan Selayang mondar-mandir di depan tokonya, Sabtu (7/1) siang.

Sebab, toko parfum bercat merah muda tersebut hendak dirobohkan petugas Kodam I/Bukit Barisan. Saat akan diwawancarai Tribun, pria berkemeja hitam itu semula enggan memberi keterangan. Ia sempat menghindar, sembari merekam proses penertiban bangunan tersebut menggunakan telepon seluler (ponsel).

"Abang wartawan?" katanya sembari memegang ponsel. Tribun pun memperkenalkan diri pada Ahmad.

"Saya sudah beberapa tahun nyewa di sini. Tapi, enggak begitu besar ruangannya seperti toko di sebelah saya," kata Ahmad.

Ia mengaku, menyewa bangunan dari pemilik rumah, yang tinggal di Kompleks Pamen. Ahmad mengontrak bangunan itu per tahun.

"Saya menyewa per tahun di sini. Biaya sewa setahun sekitar Rp 7 juta," ungkap Ahmad.

Ia menambahkan, sewa tokonya lebih murah dibanding toko di sebelah tempat usahanya.

"Kalau yang di sebelah toko saya ini, Rp 13 juta. Karena ruangannya agak memanjang," ungkap Ahmad. A

kibat penggusuran, kemarin, pemilik toko Amanda Parfum tersebut diprediksi merugi jutaan rupiah. Apalagi, sisa kontrak bangunannya masih dua bulan lagi.

"Seharusnya kontraknya habis Maret nanti. Tapi mau gimana lagi?" kata Ahmad. Ia kemudian sibuk mengangkati barang-barangnya ke becak.

Di tempat terpisah, seorang perempuan yang hamil delapan bulan pasrah dengan penggusuran, kemarin.

Perempuan bernama Nurul, yang duduk di tepi jalan ini, mengaku, sudah melaporkan persoalan tersebut kepada Presiden, Joko Widodo.

"Menurut dokter, bulan depan saya melahirkan. Namun, mau gimanalah ini. Rumah yang saya tempati pun digusur TNI. Kemarin, kami sudah melapor ke Presiden," kata anak pensiunan TNI ini didampingi kerabat dan tetangganya.

Baca selengkapnya di Harian Tribun Medan edisi Minggu (8/1/2017).

Baca Juga: Ratapan Nurul, Ibu Hamil Delapan Bulan di Padangbulan saat Rumahnya Dihancurkan Tentara

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved