Penghuni Rusunawa Kayu Putih Resah Ada Isu Biaya Sewa Naik
"Kami orang susah janganlah dinaikkan. Subsidilah. Saya ibu rumah tangga, suami saya hanya buruh di perusahaan sendal," ucap Tiur.
Penulis: Hendrik Naipospos |
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Beberapa warga penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) Jalan Kayu Putih, Medan Deli, resah karena adanya kabar Pemko berencana menaikkan biaya sewa rumah.
Seorang penghuni rusunawa, Tiur, mengatakan di kalangan penghuni telah beredar kabar ini.
"Kami orang susah janganlah dinaikkan. Subsidilah. Saya ibu rumah tangga, suami saya hanya buruh di perusahaan sendal," ucap Tiur, Senin (9/1/2017).
Ia mengatakan, rumahnya berukuran 4x4 meter dan uang sewa Rp 230 ribu per bulan.
Baca: Warga yang Digusur Belum Bisa Masuk Rusunawa
"Enggak mahal, tapi enggak murah juga," kata Tiur di Blok A Rusunawa.
Selain uang sewa, penghuni rusunawa juga diwajibkan membayar restribusi kebersihan Rp 11 ribu dan tagihan listrik.
"Paling berat itu uang listrik. Saya bayar listrik Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu per bulan. Enggak pernah di bawah Rp 100 ribu, padahal hanya TV dan lampu saja," sambungnya.
Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution, saat dijumpai di Kantor DPRD Medan membantah kabar rencana menaikkan biaya sewa rusunawa dalam waktu dekat.
"Tidak, belum ada rencana untuk itu," ucapnya. (cr2/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rusunawa_20170109_122851.jpg)