Nasib Dua ASN Pencuri Besi Bekas Diserahkan ke Badan Kepegawaian

Keputusan mengenai kepegawaian Rikardo dan Abram hanya dapat ditentukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Nasib Dua ASN Pencuri Besi Bekas Diserahkan ke Badan Kepegawaian
Tribun-Medan.com/ Array Argus
Dua PNS Dinas TRTB Pemko Medan masing-masing Rikardo Gurning (38) warga Jl Peruntungan No68, Kelurahan Siderojo, Kecamatan Medan Tembung dan Abram Vincent Hutapea (40) warga Jl Kemiri III No6 Medan yang melakukan pencurian sisa bongkaran papan reklame di Lapangan Cadika Medan. Diduga, pencurian ini melibatkan perusahaan reklame raksasa PT Multigrafindo Mandiri. (Tribun-Medan.com/ Array Argus) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yakni Rikardo Gurning dan Abram Vincent Hutapea yang sehari-hari bertugas di Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Medan dianggap telah melakukan pelanggaran berat.

Keduanya tertangkap tangan hendak menjual potongan besi bekas papan reklame yang diamankan pihak TRTB.

Kepada www.tribun-medan.com, Kepala Dinas TRTB, Sampurno Pohan membenarkan hal ini.

Ia bahkan menyebutkan menyerahkan proses penyelidikan kepada polisi, dan tak akan menerima dua ASN tersebut bekerja di Dinas TRTB.

Baca: Perusahaan Penadah Barang Curian Papan Reklame yang Dilakoni Dua Oknum PNS Harus Dibongkar

"Sudah di Polsek Delitua. Enggak lagi diterima sebagai pegawai di sini," kata Sampurno di Dinas TRTB Jalan Abdul Haris Nasution, Medan, Rabu (11/1/2017).

Walau demikian, keputusan mengenai kepegawaian Rikardo dan Abram hanya dapat ditentukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

PNS Curi Papan Reklame
Sisa bongkaran papan reklame yang hendak dicuri dua PNS Dinas TRTB Kota Medan di Lapangan Cadika. Namun, aksi pencurian ini berhasil digagalkan. (IST)

"Saya belum memberikan surat ke BKD. Tapi nanti pasti kita surati," sambungnya.

Sampurno mengklaim, bahwa penjualan besi bekas reklame kali pertama terjadi.

Ia juga menolak mengomentari kabar bahwa besi tersebut akan di jual ke satu di antara perusahan reklame di Medan.

"Sepengetahuan saya baru pertama. Kalau besi mau dijual ke mana gak tahu. Itu beda. Cukup ya," ucapnya mengakhiri.

(cr2/tribun-medan.com)

Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved