Baca Selengkapnya di Tribun Medan

Pembunuh Bayaran Tarif Rp 2,5 Miliar Diduga atas Order Pengusaha Tambang Sekaligus Tokoh Agama

"Tarifnya untuk sementara yang sudah dikirim uang dari SJ Rp 50 juta kepada Rawi. Isu yang kami terima, SJ menjanjikan uang Rp 2,5 miliar bila..."

Pembunuh Bayaran Tarif Rp 2,5 Miliar Diduga atas Order Pengusaha Tambang Sekaligus Tokoh Agama - rawi-satu-dari-tiga-orang-pembunuh-indra-gunawan-alias-kuna_20170122_142022.jpg
(Tribun-Medan.com/Hand Over)
Rawi satu dari tiga orang terduga pelaku pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna, pedagang peralatan persenjataan di Medan. Rawi ditembak mati polisi, Minggu (22/1/2017). (Tribun-Medan.com/Hand Over)
Pembunuh Bayaran Tarif Rp 2,5 Miliar Diduga atas Order Pengusaha Tambang Sekaligus Tokoh Agama - rawi_adik-kandung-rawi_20170122_134044.jpg
Tribun-Medan.com/ Azis Hasibuan
Dua wanita tampak menangis setelah mengetahui Rawi, salah satu tersangka pembunuh Kuna, tewas ditembak polisi, Minggu (22/1/2107). (Tribun-Medan.com/ Azis Hasibuan)
Pembunuh Bayaran Tarif Rp 2,5 Miliar Diduga atas Order Pengusaha Tambang Sekaligus Tokoh Agama - pembunuh-kuna_20170122_134221.jpg
Tribun-Medan.com/ Azis Hasibuan
Para tersangka pembunuh Indra Gunawan alias Kuna, pengusaha airsoft gun, saat dihadirkan di RS Bhayangkara, Medan, Minggu (22/1/2017). Tribun-Medan.com/ Azis Hasibuan
Pembunuh Bayaran Tarif Rp 2,5 Miliar Diduga atas Order Pengusaha Tambang Sekaligus Tokoh Agama - zen_pembunuh-kuna_20170122_123234.jpg
Tribun-Medan.com/ Azis Hasibuan
Zen, satu tersangka pembunuh toko Airsoft Gun Kuna, saat dievakuasi di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, Minggu (22/1/2017). (Tribun-Medan.com/ Azis Hasibuan)
Pembunuh Bayaran Tarif Rp 2,5 Miliar Diduga atas Order Pengusaha Tambang Sekaligus Tokoh Agama - indra-gunawan_20170119_130620.jpg
Tribun-Medan.com/ Array Argus
Keluarga Indra Gunawan alias Kuna saat meratapi jenazah pengusaha airsoftgun itu di rumah duka Jl Bambu, Pasar IV, Dusun VII, Desa Helvetia, Sumatera Utara, Kamis (19/1/2017). (Tribun-Medan.com/ Array Argus)

* Polisi Bekuk 8 Orang Sindikat Penembak Kuna
* Diotaki Pengusaha Tambang dan Tokoh Agama

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Personel gabungan Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan membekuk delapan orang sindikat pembunuh bayaran bertarif Rp 2,5 miliar.

Mereka diciuk di berbagai lokasi di Kota Medan dan Kota Jambi, Minggu (22/1). Kedelapan orang ini diduga terlibat membunuh dengan menggunakan senjata api laras pendek jenis revolver Indra Gunawan alias Kuna (45 tahun), Rabu lalu.

Kejahatan ini diduga diotaki seorang pengusaha tambang, SJ. Dia diketahui sebagai tokoh agama dan pengurus organisasi keagamaan di Sumut.

SJ diduga membayar komplotan berjumlah tujuh pelaku untuk membunuh Kuna karena alasan dendam pribadi.

Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Dr Rycko Amelza Dahniel mengatakan, hasil pemeriksaan awal komplotan pembunuh bayaran tersebut sudah dua kali berencana menghabisi Indra Gunawan alias Kuna. Pembunuhan, pertama dilakukan pada 5 April 2014.

Baca: Perempuan Ini Menangis Histeris usai Polisi Tembak Mati Rawi yang Disebut Membunuh Pengusaha Kuna

"Tapi pada pembunuhan tahap pertama mereka salah sasaran, sehingga memukul Wiria, anak buah Kuna. Di lokasi serupa, di depan Kuna Airsoft Gun, Jalan Ahmad Yani Medan dan kelompok serupa menembak Kuna atau penembakan tunggal di lokasi itu," ujar Kapolda Rycko saat gelar paparan di depan ruang jenazah RS Byangkara Medan, Minggu (22/1) siang.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum), Polda Sumut, Kombes Pol Nurfallah menyatakan, motif pembunuhan berencana terhadap Kuna karena dendam pribadi.

Jadi, SJ punya dendam kepada Kuna, sehingga membayar orang untuk membunuh.

"Tarifnya untuk sementara yang sudah dikirim uang dari SJ Rp 50 juta kepada Rawi. Isu yang kami terima, SJ menjanjikan uang Rp 2,5 miliar bila berhasil membunuh Indra Gunawan alias Kuna. SJ merupakan pengusaha tambang di Kota Jambi," katanya kepada awak media.

Halaman
1234
Editor: akb lama
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved