80 Ribu KK Dapat Paket Beras dan Gula, Bulog Sumut Khususkan Keluarga Penerima Manfaat

"Kalau kota itu sudah ada BPNT maka tidak dapat lagi Rastra. Jadi di Kota Medan tidak ada lagi penyaluran Raskin,"

Tribun-Medan.com/ Ryan Juskal
Kepala Bulog Divre Sumut, Imran Rasidy Abdullah saat bertemu dengan Tribun di Kawasan Ringroad Medan, Senin (23/1/2016). (Tribun-Medan.com/ Ryan Juskal) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bulog Divisi Regional (Divre) Sumatera Utara mulai tahun 2017, siap menyalurkan paket beras 10 kilogram dan gula pasir 2 kilogram, yang diberikan hanya kepada masyarakat Medan sebanyak 80.241 KK di Medan selaku Keluarga Penerima Manfaat. 

Kepala Bulog Divre Sumut, Imran Rasidy Abdullah mengatakan, untuk di Sumut kemungkinan mulai awal Februari 2017 akan disalurkan. Paket tersebut bernilai Rp110.000 per KK, yang diterima berupa bahan pangan yang diperoleh yakni beras 10  dan 2 kiligram gula pasir. Sistem ini berlanjut hingga tahun 2020.

"Bantuan itu gratis dari pemerintah dan untuk saat ini di Sumut masih warga penerima manfaat di Medan saja yang dapat,"ujarnya saat bertemu dengan Tribun di Kawasan Ringroad Medan, Senin (23/1/2016).

Secara nasional, lanjutnya, program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) itu baru diberikan kepada 45 kota, termasuk di Medan. Jadi belum semua daerah memperolehnya. Sedangkan program Raskin atau Rastra tetap berjalan seperti biasanya di kabupaten dan kota yang tidak mendapat BPNT. 

"Kalau kota itu sudah ada BPNT maka tidak dapat lagi Rastra. Jadi di Kota Medan tidak ada lagi penyaluran Raskin,"ungkapnya.

Menurutnya, sistem penyaluran nanti hanya punya satu kartu. Jadi kartu itu diisi pemerintah dan ditukarkan ke bank persepsi yakni BNI, Bank Mandiri, BTN dan BRI melalui BRILink. Kartu itu nanti digesek oleh bank. 

Baca Juga: Dirut Bulog Ditegur Hakim dalam Persidangan Irman Gusman, Berikut Penyebabnya

"Untuk Sumut melalui BRILink," katanya.

Kalau tidak dibelanjakan bulan ini, maka masyarakat itu akan bisa dibelanjakan bulan berikutnya. Semua sistem itu, termasuk penentuan masyarakat penerima manfaat diatur oleh pemerintah. 

"Bulog Sumut hanya menyalurkan saja sepanjang ada bukti dari BRILink," terangnya.

Untuk menyiapkan penyaluran itu menurutnya, Bulog harus kerja ekstra lagi seperti membuat kemasannya bukan untuk enak disimpan, tapi enak dipandang. 

"Yang kita khawatirkan nanti ada titik distribusi, di situ disiapkan berasnya, tapi tak ada yang mengambil. Sebab boleh saja diambil bulan berikutnya, jadi harus ada lokasi penyimpanan lagi di titik distribusi," ungkapnya. 

(raj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved