Breaking News:

Jakarta Dinilai Layak Jadi Pusat Ekonomi Islam

Pengamat ekonomi syariah, Adiwarman Karim, menyebut saat ini Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sedang menggodok sebuah zona ekonomi

Editor: akb lama
Alsadad Rudi
Pengamat ekonomi syariah Adiwarman Karim (berdiri) saat menjadi pembicara diskusi bertema 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Pengamat ekonomi syariah, Adiwarman Karim, menyebut saat ini Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sedang menggodok sebuah zona ekonomi khusus di Jakarta untuk kawasan ekonomi syariah.

Ia menyebut hal itu dilatarbelakangi karena saat ini Indonesia sudah menjadi kiblat dunia tidak hanya dalam hal Islamic finance, tapi juga Islamic fashion, Islamic food, dan Islamic fun and entertainment.

Adiwarman kemudian menjelaskan keunikan-keunikan yang dimiliki Indonesia dan tak dimiliki negara berpenduduk mayoritas Islam lain di dunia. Salah satunya mode pemakaian jilbab.

"Cuma di Indonesia pakai jilbab ada 66 tata caranya," kata Adi saat diskusi bertema "Jakarta Sebagai Pusat Keuangan Syariah", di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2017).

Baca: Agus-Sylviana Maju, Politisi Nasdem Yakin Pilkada Jakarta Hanya Satu Putaran

Sementara dalam hal Islamic fun and entertainment, Adi melontarkan candaan mengenai tempat karaoke dan spa di Jakarta.

"Cuma di Jakarta ada karaoke dan tempat spa syariah. Kalau Anda jalan-jalan keliling Malaysia atau Saudi, enggak ada tuh karaoke atau spa syariah. Tapi ternyata itu karena di Jakarta ada tempat karaoke hitam sama tempat karaoke putih," ucap Adi.

"Kalau yang putih pintunya enggak bisa dikunci, ada jendela kaca biar kelihatan dari luar, sama enggak ada kamar mandi. Kalau yang hitam pintunya bisa dikunci, enggak ada jendela, sama ada kamar mandi," ujar dia disambut tawa peserta diskusi.

Dalam hal Islamic finance, Adi menyebut saat ini nasabah perbankan, reksadana, pegadaian, hingga asuransi berbasis syariah sudah mencapai 40 juta orang.

Dia menyebut jumlah tersebut lebih besar ketimbang gabungan populasi Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Uni Emirat Arab.

"Jadi memang ini waktu yang tepat untuk mendeklarasikan Indonesia sebagai pusat ekonomi Islam dunia, dimulai dari Jakarta. Bappenas lagi menggodok kawasan ekonomi khusus untuk ekonomi syariah di Jakarta," ucap Adi.

Diskusi bertema "Jakarta Sebagai Pusat Keuangan Syariah" turut dihadiri calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Sandiaga Uno.(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved