Pemerintah Kabupaten Simalungun
Bupati JR Saragih Imbau Warga Perbukitan dan Pegunungan Giatkan Tanam Pohon dan Bambu
"Kami pun mengimbau segera selalu tanggap dan lapor agar kami menyiapkan anggaran khusus dan langsung menurunkan alat berat ke lokasi benacana alam,"
Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan
TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih mengimbau warganya untuk menggiatkan menanam pepohonan serta bambu.
Hal ini disampaikannya setelah warganya menjadi korban bencana alam tanah longsor. Imbauannya ini secara khusus disampaikan kepada warga yang tinggal di kawasan perbukitan dan pegunungan.
Menurut JR Saragih, wilayah Kabupaten Simalungun memang memiliki geografis perbukitan dan pegunungan. Dan kontur tanah di daerah seperti perbukitan ini merupakan perpaduan antara tanah dan pasir sehingga menjadi faktor utama penyebab bencana longsor.
Di Kabupaten Simalungun, kata JR Saragih, ada enam titik atau wilayah yang rawan akan bencana longsor.
Baca: Penjaga Masjid Lumpuh Akibat Tersengat Listrik, Ini yang Dilakukan JR Saragih
Di antaranya, Nagori Parjalanan, Parapat, Tanah Jawa, Pamadang Sidamanik, Harang Gaol dan Raya. Meski demikian, pihaknya berjanji akan selalu tanggap akan bencana alam seperti ini.
"Kami pun mengimbau segera selalu tanggap dan lapor agar kami menyiapkan anggaran khusus dan langsung menurunkan alat berat ke lokasi benacana alam agar segera tertangani," ungkap JR Saragih
Bupati Simalungun pun telah menyiapkan anggaran khusus dan langsung menurunkan alat berat ke lokasi agar segera tertangani. Ia juga meminta kepada setiap Pangolu Nagori untuk segera tanggap dan membuat laporan agar bisa menyiapkan anggaran khusus penanggyulangan bencana.
"Saya memerintahkan Pangulu untuk segera membuat laporan agar bisa diturunkan alat berat untuk membuka jalur-jalur yang terkena dampak bencana alam tanah longsor," ungkap JR Saragih.
(dyk/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jr-saragih_20170126_123101.jpg)