Breaking News:

Operasi Tangkap Tangan

Inilah Besaran Uang yang Diduga Bikin Hakim MK Patrialis Akbar Tergiur dan Gadaikan Kejujuran

"Diduga menerima hadiah sebesar 20.000 dollar Amerika Serikat dan 200 ribu dollar Singapura," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan

KOMPAS.COM
PATRIALIS Akbar 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan hakim konstitusi Patrialis Akbar sebagai tersangka dalam dugaan suap terkait uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (26/1/2017).

Patrialis ditangkap penyidik KPK dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan penyidik KPK pada Rabu (25/1/2017) malam hingga Kamis (26/1/2017) dini  hari.

Dalam kasus ini, Patrialis nekat menggadaikan integritasnya sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi dengan dugaan menerima sejumlah hadiah uang dalam bentuk mata uang asing.

"Diduga menerima hadiah sebesar 20.000 dollar Amerika Serikat dan 200.000 dollar Singapura," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kamis malam.

Baca: Fantastis, Ternyata Segini Gaji dan Fasilitas Hakim MK, Kok Patrialis Masih Mau Terima Gratifikasi

Adapun nilai tukar mata uang dari 20.000 dollar AS dan 200.000 dollar Singapura itu sekitar Rp 2,15 miliar.

Dalam operasi tangkap tangan itu KPK mengamankan 11 orang.

Empat orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Patrialis Akbar.

Baca: Kronologi Penangkapan Hakim MK Patrialis bersama Wanita di Hotel, Siapa Sosok Wanita Itu?

Kasus ini diduga terkait dugaan suap dalam uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK.

Sudah Diingatkan kalau Telepon Genggamnya Disadap

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat tidak menyangka salah seorang anggotanya, hakim konstitusi Patrialis Akbar  terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved