Ngopi Sore

Menjatuhkan Habib Rizieq dengan Peluru Perempuan

Habib Rizieq terkesan seolah-olah memiliki hubungan intim dengan Firza Husein, perempuan yang disebut-sebut dekat dengan Keluarga Cendana.

Menjatuhkan Habib Rizieq dengan Peluru Perempuan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
HABIB Rizieq Shihab memberi salut kepada para pendukungnya dari FPI maupun simpatisan, usai menjalani pemeriksaan terkait kasus uang baru keluaran Bank Indonesia di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1/2017). 

Sekarang peluru serupa ditembakkan ke Habib Rizieq Shihab. Di tengah banyak kasus yang menjeratnya dan mengharuskannya menjalani pemeriksaan-pemeriksaan di kantor polisi, tiba- tiba beredar dua berkas yang menghantamnya keras sekali.

Berkas pertama adalah video pendek berisi rekaman suara seorang perempuan yang beredar di Youtube, yang kemudian disambung dengan berkas berupa gambar yang muncul di Twitter dan Facebook.

Berkas-berkas ini merujuk kepada perempuan bernama Firza Husein, dan isinya sungguh sangat mengejutkan, vulgar dan menjijikkan, dan karena itu pula saya kira sebaiknya tidak perlu diungkapkan di sini.

Dalam berkas, Habib terkesan seolah-olah sangat intim dengan Firza Husein. Siapa dia? Jejaknya masih kabur. Nama Firza pertama kali muncul dan jadi perbincangan publik sejak ditahan polisi terkait dugaan rencana makar yang membonceng aksi 212. Dia seorang di antara yang ditangkap polisi di Hotel San Pasific. Di sejumlah media dalam jaringan, perempuan ini juga disebut-sebut dekat dengan Keluarga Cendana.

Baca: Ini Langkah Polisi atas Rizieq dan Firza Husein usai Beredarnya Video Percakapan Vulgar

Saya tidak bersepakat dengan beberapa (mungkin banyak) pola pikir dan tindakan Habib Rizieq. Akan tetapi, terhadap kabar mutakhir perihal dirinya dan tudingan bahwa dia terlibat hubungan asmara yang panas dengan Firza yang konon berstatus janda, sampai detik ini terus terang saya belum percaya.

Bagi saya kelakuan seperti itu kelewat rendah dan mustahil dilakukan oleh orang dengan pengetahuan agama yang mumpuni dan sudah bergelar Imam Besar seperti Habib Rizieq.

Lagipula, jika beliau benar-benar berkehendak untuk menikah lagi, bisa dilakukannya dengan mudah, bukan? Sepanjang memenuhi syarat kemampuan, poligami tidak dilarang dalam Islam. Tidak perlu repot-repot main sembunyi-sembunyian begini. Tak perlu main asmara dengan gaya para pecinta mesum. Pakai mengumbar kata-kata jorok dan difoto-foto pula. Cari penyakit saja.

Habib Rizieq adalah figur publik dan tentunya paham betul bahwa di posisi ini, di posisinya sekarang, dia harus sangat berhati-hati dan cermat dalam melangkah. Dan saya percaya beliau tidak akan berbuat segoblok dan seceroboh itu -mengorbankan "posisinya" dan "namanya" hanya gara-gara untuk "bersenang-senang sesaat" dengan perempuan.

Belum lagi soal perkembangan teknologi sosial media yang semakin "ampun-ampunan" perkembangannya. Sekarang ada yang disebut sebagai Fake Chat. Percakapan palsu. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa berandai-andai berkomunikasi dengan siapapun, termasuk orang-orang terkenal.

Jadi memang banyak kemungkinan yang bisa menjelaskan berkas-berkas itu. Akan tetapi saya lebih percaya ini semua hanyalah cara untuk menyungkurkan Habib Rizieq dan membuatnya masuk comberan, sebagaimana pernah dilakukan terhadap Antasari Azhar dan Abraham Samad. Penyungkuran terkaitpaut politik dan kekuasaan. Pelakunya bisa saja orang yang sama, atau kelompok yang sama, bisa juga orang atau kelompok berbeda yang terinspirasi pada keberhasilan sebelumnya.

Halaman
123
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved