Fakta Ganika, PSK Bangsawan yang Egaliter, HidupTerhormat dan Punya Kedudukan Tinggi

Prostitusi, meskipun merupakan kegiatan yang punya arti negatif, tetap saja bisa dengan mudah ditemukan.

net
Ilustrasi Ganika 

TRIBUN-MEDAN.com - Prostitusi, meskipun merupakan kegiatan yang punya arti negatif, tetap saja bisa dengan mudah ditemukan.

Ya, aktivitas menjajakan diri ini ternyata sudah ada sejak masa kerajaan dulu.

Bahkan di zaman dahulu, ada beberapa jenis prostitusi yang justru dilegalkan.

Bukannya dikecam, para pelakunya justru mendapat kedudukan yang terhormat dalam masyarakat.

Salah satunya adalah praktik prostirusi Ganika yang berasal dari India.

Tak seperti wanita-wanita biasa yang berkecimpung di ranah ini, Ganika sangat terhormat bahkan punya kedudukan yang tinggi.

Ia pun tak melayani rakyat biasa, tapi raja dan juga para bangsawan lainnya.

Meskipun mereka punya kedudukan tinggi, tapi pada kenyataannya, Ganika tetap saja alat pemuas.

Nah berikut merupakan fakta-fakta tentang Ganika.

1. Semua ganika menawan

Sama seperti kegiatan serupa, nilai jual utama para Ganika adalah penampilan mereka.

Ya, dalam sejarah tertulis kalau para wanita penghibur elit ini cantik-cantik semua.

Tak hanya soal wajah, tapi juga bentuk tubuh yang bikin para pria menelan air liur.

Soal cantiknya Ganika, diceritakan pula jika kecantikan mereka sampai membuat masyarakat mengidolakannya.

Bahkan mereka juga dianggap simbol kemakmuran dan kesejahteraan.

2. Bebas dari cercaan

Terpilih menjadi Ganika justru merupakan sebuah kehormatan untuk wanita di zaman itu.

Alasannya, hal tersebut jadi bukti jika mereka memang cantik, serta juga tentang kehidupan yang lebih baik.

Ya, hidup di kalangan raja, Ganika sangat terjamin segalanya.

Meskipun begitu, Ganika harus memenuhi satu syarat yang seringkali membawa konflik batin.

Ini adalah tentang larangan bagi mereka untuk memiliki suami.

Selamanya, Ganika tak boleh menikah.

Sampai kapan pun tubuh mereka dimiliki oleh raja dan orang-orang terpandang.

Uniknya, status tak menikah Ganika sama sekali tidak dipermasalahkan oleh masyarakat.

3. Dijaga oleh kerajaan

Meskipun pekerjaan mereka adalah wanita penghibur, tapi mereka sangat dihargai oleh kerajaan.

Selama hidup di kalangan elit ini, para Ganika akan dijamin segalanya.

Bahkan mereka sepertinya juga dilayani layaknya wanita-wanita bangsawan.

Tak hanya itu, ketika para Ganika sudah agak tua, mereka pun diberhentikan dari aktivitas tersebut.

Mereka kemudian dipekerjakan di kerajaan. Entah sebagai tukang masak, perawat, atau pelayan.

4. Hukuman mengerikan untuk Ganika

Secara umum kehidupan Ganika terlihat menyenangkan.

Hanya melayani kaum elit serta hidup dengan nyaman.

Meskipun demikian, ada satu masa di mana Ganika akan mendapatkan perlakuan keji.

Ya, ketika mereka tak mau melayani tuannya, maka para wanita penghibur ini akan mendapatkan hukuman yang sangat berat.

Setidaknya ada dua hukuman yang bakal diterima Ganika ketika mereka menolak perintah.

Pertama adalah dicambuk di muka umum sebanyak seratus kali, dan yang kedua adalah denda sejumlah besar uang.

Begitu ngerinya hukuman ini membuat Ganika mau tak mau harus melayani tuannya apa pun yang terjadi.

Fakta PSK

Seorang yang berprofesi sebagai PSK pastinya pekerjaannya tersebut dianggap pekerjaan yang paling hina dan paling rendah dimata banyak orang.

PSK juga sering dianggap hina oleh para pria, karena telah mau menjual tubuhnya sendiri kepada banyak pria.

Meskipun bisa mendapatkan banyak uang dengan mudah, tetap saja pekerjaan ini tidak disenangi oleh PSK nya sendiri.

Beberapa dari hati nurani seorang PSK sebenarnya menolak untuk menjual tubuhnya demi kenikmatan pria hidung belang.

Sebagian besar PSK merasa tersiksa dengan profesinya ini, karena mereka sama sekali dianggap hina oleh semua orang.

Hal ini diketahui lewat metode wawancara kuesoner dan disebar ke 150 PSK di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulsel.

Dari hasil yang didapat ternyata ada lima hal yang menyakitkan seputar PSK yang tidak pernah kamu ketahui.

Mau tau apa saja ? Mari kita simak ulasannya yang berikut ini, seperti dilansir kabarnesia.com.

1. Ternyata PSK selalu ingin hubungan intim dengan kliennya cepat berakhir

Kamu harus tahu bahwa seorang PSK selalu ingin waktu hubungan intim dengan kliennya cepat berakhir.

Bahkan para PSK malah menginginkan hubungan itu tidak pernah terjadi.

2. Mereka memiliki nama samaran yang kerap berganti serta nomor HP yang sulit dihubungi

Seorang PSK selalu memakai nama samaran setiap kali akan melayani pelanggannya.

Bahkan dalam satu malam psk bisa berganti nama sebanyak 4 kali.

Tak hanya itu, PSK juga selalu sulit untuk dihubungi, karena nomor hpnya selalu berganti-ganti untuk menutupi identitas mereka.

3. Ingin dapat suami dari kalangan baik-baik dan ingin segera bertobat

Meskipun PSK sering dianggap hina dan wanita yang tak baik, tetap saja mereka memiliki impian dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik.

Para PSK juga ingin mendapatkan suami yang baik-baik dan mereka ingin segera bertobat.

Namun, realitas kehidupan mereka yang memaksa mereka untuk terus menjadi PSK dan sulit untuk bertaubat.

4. PSK tak menikmati hubungan seksual, malah kadang menyakitkan

PSK tak pernah menikmati hubungan seksual mereka, malah mereka merasa sangat menyakitkan dari hubungan tersebut.

Ini karena dalam satu malam mereka bisa melayani 2-4 orang pria yang berbeda-beda.

Tidak ada kenikmatan dalam hubungan tersebut, karena setiap pria yang datang biasanya langsung tancap saja tidak adanya memadu hubungan intim dengan dinamika seperti foreplay-main course-orgasme-after
play.

5. Sering terenyuh saat teringat keluarga

Seorang PSK sering teringat degan wajah keluargnya, seperti adiknya, kakaknya, ibunya, ayahnya.

Seorang PSK selalu berpikir keluarga mereka pasti akan kecewa jika tahu mereka jadi seorang PSK.

Nah, itu lah dia ke lima hal yang menyakitkan bagi para PSK yang tidak kamu ketahui.

Semoga profesi tersebut tidak lagi ada dan para pelakunya bisa kembali kepada jalan yang benar.(*)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved