Akreditasi Kampus

Akreditasi di Bawah Unimed, Prof Ida: USU adalah yang Terbodoh dari yang Terpintar, Beda Cluster

"Saya kira USU dan Unimed itu beda cluster. Cluster USU itu kan PTN BH. Sedangkan Unimed PTN saja. Kalau USU dapat akreditasi B di cluster PTN BH.

Tayang:
Tribun-Medan.com/ Risky Cahyadi
Universitas Sumatera Utara. (Tribun-Medan.com/ Risky Cahyadi) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Universitas Negeri Medan (Unimed) secara akreditasi institusi telah melampaui Universitas Sumatera Utara (USU). Saat ini, akreditasi institusi Unimed A, sedangkan akreditasi institusi USU, B.

Menanggapi hal ini, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat USU Prof Dr Dra Ida Yustina M Si memaparkan, bahwa USU dan Unimed tidak bisa dibandingkan melalui akreditasi institusi.

"Saya kira USU dan Unimed itu beda cluster. Cluster USU itu kan PTN BH. Sedangkan Unimed PTN saja. Kalau USU dapat akreditasi B di cluster PTN BH. Tentu di kelas PTN sudah nilai A. Ibaratnya begini. USU adalah yang terbodoh dari yang terpintar, jadi kalau kita masuk kelas mereka sekarang berada, kita akan menjadi yang terpintar," ujarnya di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Selasa (31/1/2017).

Baca: Siswa Berprestasi Hindari USU, Inilah Langkah yang Ditempuh Rektor USU Runtung Sitepu

Baca: Puteri Indonesia Beber Perlakuan Tak Menyenangkan, Ini Bagian Tubuhnya yang Dijamah

Meskipun begitu, kata Ida, mereka saat ini tengah mempersiapkan diri untuk reakreditasi.

Ia mengatakan, persiapannya sudah tahap pengajuan berkas di Tim Akreditasi USU dan sudah siap untuk diajukan.

"Akreditasi kami saat ini masih B. Sudah kami ajukan untuk reakreditasi. Kami yakin dengan persiapan saat ini kami akan mendapat nilai A. Semua persyaratan di borang penilaian sudah kami persiapkan," katanya.

Baca: Dua Wanita Didatangi Sosok Pria Ini saat Baru Tiba di Garasi, Apa Nyana Kejadian Mengerikan Terjadi

Baca: Ternyata Jokowi Pendaki Gunung Hebat Bahkan Pernah Taklukkan Puncak Tertinggi di Indonesia

Baca: Di Foto Ini Ada 12 Tentara Inggris yang Penyamarannnya Sempurna Bisakah Anda Temukan?

Ia menuturkan sejauh ini, Rektorat USU cukup membantu untuk meningkatkan akreditasi institusi, baik dengan dukungan moril maupun dukungan finansial.

"Demi meningkatkan akreditasi, Pak Rektor selalu berusaha hadir di setiap kegiatan kita. Ini bukti Beliau mendukung kinerja kami. Kalau ada yang kurang fasilitas yang berhubungan dengan akreditasi, Beliau sangat tanggap," ujarnya.

Sejauh ini, katanya kendala yang mereka alami dalam reakreditasi adalah kurangnya manajemen administrasi para dosen. Akibatnya dokumentasi kegiatan dosen, yang bisa jadi penilaian dalam akreditasi tidak ada.

Baca: Polisi Temukan Uang Rp60 Juta Dari Mobil Pejabat BPN

Baca: Ayu Ting Ting dan Raffi Berbalas Kode Ciuman, Untuk Kesekian Kalinya Bikin Heboh, Tengok Videonya

Baca: Video Sadisme Belasan Satpol PP Pukuli Kepala Tri Prawoto Pakai Kayu lalu Dilempar ke Gorong-gorong

"Bukan nggak bisa dosen kita berkarya. Sudah berkarya pun. Cuma adminitrasinya belum bagus. Makanya kegiatan dosen yang harusnya bisa jadi penilaian, nggak bisa dinilai. Sekarang, kami sudah menyadarinya. Jadi setiap ada kegiatan langsung, kami simpan dokumentasinya di fakultas," katanya.

Dekan Fakultas Kedokteran Dr dr Aldy Syafruddin Rambe Sp S mengatakan, mereka saat ini sudah maksimal memperbaiki akreditasi, dan sudah dapat A.

"Sebenernya kalau kami bilang yah mempertahankan lebih susah daripada meraih akreditasi A ini. Nah, kami sekarang berada pada titik mempertahankan akreditasilah ini," ujarnya.

Baca: Getaran Gempa Berturut-turut di Medan Terasa 3 Kali di Karo 6 Kali

Baca: Pencuri Bebek Dihajar Massa, Mobil Miliknya Dibakar

Untuk mempertahankan akreditasi, katanya, mereka melakukan program review apa-apa saja yang sudah mereka lakukan. Sehingga apa yang mereka raih kali ini tetap bisa ditingkatkan lagi.

"Jadi selalu kami adakan rapat evaluasi untuk setiap kinerja kami. Mulai dari kurikulum, kegiatan kami selama setahunlah. Mana yang kurang, diperbaiki. Yang bagus, ditingkatkan lagi," tutur Aldy.

(ryd/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved