Jelang Valentine, Sekolah Al Amjad Bikin Talk Show Ada Apa dengan Cinta?

Dalam talkshow ini, sekolah ingin memberikan pengarahan arti cinta sebenarnya dan bagaimana remaja seharusnya menunjukkan cinta.

Jelang Valentine, Sekolah Al Amjad Bikin Talk Show Ada Apa dengan Cinta?
Tribun Medan/Silfa
Suasana kegiatan Talkshow bertemakan Ada Apa dengan Cinta? di Perguruan Islam Al Amjad Medan, Sabtu (11/2/2017) 

Laporan wartawan Tribun Medan, Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN  - Talkshow Pendidikan Karakter Perguruan Islam Al Amjad bekerjasama dengan Peluang Shubuh Medan, menggelar talkshow bertemakan Ada Apa dengan Cinta? Kenali Cintamu, Raihlah Surgamu, Sabtu (11/02) di halaman Perguruan Al Amjad Jalan Merpati di hadiri siswa SMP Al Amjad dan orangtua siswa.

Pemateri, Ketua Pejuang Shubuh Medan, Panji Yuda Nugraha dan Akademisi, Engran Ispandi Silalahi.

Ketua Pengurus Yayasan Al Amjad, Fadhullah melalui , menuturkan talkshow ini dilatarbelakangi adanya tanggal bagi remaja untuk menunjukkan rasa cinta mereka dengan memberikan barang seperti bunga dan cokelat yang disebut hari Valentine, kemudian mengutarakan kata magic berupa cinta pada lawan jenis.

Dalam talkshow ini, sekolah ingin memberikan pengarahan arti cinta sebenarnya dan bagaimana remaja seharusnya menunjukkan cinta.

Baca: NEWS VIDEO: Sebanyak 53 Tim Marching Band Berebut Piala Gubernur

Baca: Jika Terbukti Pungli, Ini Hukuman yang Akan Diberi Gubernur pada Kepala BPN Deliserdang

Baca: Kepala BPN Deliserdang Tertangkap Tangan Lakukan Pungli, 10 Saksi Akan Diperiksa

Di usia belasan, khususnya siswa  SMP tentu memasuki masa remaja dimana keingintahuan cukup besar untuk mengenal cinta, jadi dengan talkshow ini kami ingin pemateri menjawab bagaimana seharusnya siswa mengaplikasikan cinta dan orang tua siswa dapat sharing dan bertanya bagaimana menghadapi masa puber anak remajanya.

"Jadi manfaat talkshow ini bukan hany untuk siswa tapi juga orang tua siswa," kata Fadul.

Panji Yuda Nugraha, pemateri, menuturkan sebagai umat islam, siapapun itu baik orang dewasa dan remaja harus mengutamakan cinta kepada Allah.

"Kenallah dulu siapa Pencipta Alam Semesta, Allah SWT, maka Allah akan menuntunmu untuk merasakan arti cinta sebenarnya. Cinta kepada Rosulullah, cinta kepala orang tua dan cinta kepala siapa yang halal yakni suami," katanya.

Ia menuturkan media sosial bisa menjadi alasan siswa salah mengenal cinta tapi juga bisa menjadi wadah untuk berdakwah. Jadi tergantung bagaimana siswa menghindari hal negatid atau sumber-sumber yang tidak baik.

Engrand, pemateri lainnya, menuturkan bicara tentang cinta tidak akan habis, tapi orang sering menyalahartikan cinta. Sering mengaplikasikannya pada lawan jenis tapi lupa kepada yang Maha Cinta yakni Allah SWT.

"Banyak remaja malah tergelicir memaknai cinta dengan melakukan pacaran. Jadi remaja belajar melakukan hal dewasa terlalu cepat yakni berdua-duaan, melakukan apa saja untuk pasangan dan hal-hal lain yang lebih banyak negatifnya daripada positifnya," katanya.

Penulis:
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved