Breaking News:

Silaturahmi Tribun Medan

Jasa Raharja Sudah Bayarkan Santunan Rp 111 Miliar

"Bila melakukan pungutan liar adalah karyawana Jasaraharja maka akan segera dilakukan penindakan bahkan penindakannya bisa berupa pemecatan,”

Penulis: Ayu Prasandi | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-Medan.com/ Ayu Prasandi
Jasa Raharja Sumut, Harwan M memberikan cenderamata saat hadir di Kantor Tribun Medan, Senin (13/2/2017). (Tribun-Medan.com/ Ayu Prasandi) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Di tahun 2016, Jasaraharja sudah membayarkan santunan dengan total Rp 111 miliar.

Santunan tersebut diberikan untuk korban meninggal, luka-luka hingga cacat.

Kepala Cabang Jasaraharja Sumut, Harwan M, didampingi Kabag Asuransi Jasaraharja SumutDwi Jasono dan Kasubag Asuransi dan Humas Jasaraharja Sumut, Pahala Sitorus saat berkunjung ke kantor Tribun Medan, mengatakan, untuk keseluruhan sudah 90 persen yang dibayarkan Jasaraharja.

Baca: Lelaki Ini Terima Surat Suara Berisi Uang Rp 100 Ribu, Suruh Pilih Nomor 1

Romi Juliansyah, Ketua Panwaslih Kecamtan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat memperlihatkan surat undangan pemberitahuan pemungutan suara model C 6 - KWK yang diselipi uang Rp 100.000, Senin (13/02/17). (KOMPAS.COM/ RAJA UMAR)
Romi Juliansyah, Ketua Panwaslih Kecamtan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat memperlihatkan surat undangan pemberitahuan pemungutan suara model C 6 - KWK yang diselipi uang Rp 100.000, Senin (13/02/17). (KOMPAS.COM/ RAJA UMAR) (KOMPAS.COM/ RAJA UMAR)

“Persentasenya kurang lebih 90 persen, kalau sudah keluar laporan maka Jasaraharja harus sudah membayarkan santunan tersebut,” ujarnya, Senin (13/2/2017).

Ia menuturkan, dalam hal pembayaran santunan, dana santunan tersebut bebas dari pungutan apapun. Jika ada pungutan liar maka masyarakat penerima santunan bisa melaporkannya dan akan segera ditindak tegas.

Baca: Artis Cantik 18 Tahun Ini Diwanti-wanti Awas Bunting setelah Lakoni Hal Ini Bareng Pacar

Baca: Heboh, Diajak Tidur Pejabat, Pedangdut Cantik nan Aduhai Ini Videokan Celana Dalam di Kepala

“Apalagi kalau oknum yang melakukan pungutan liar adalah karyawana Jasaraharja maka akan segera dilakukan penindakan bahkan penindakannya bisa berupa pemecatan,” tuturnya.

Ia menerangkan, adanya aplikasi Polisi Kita yang baru saja diresmikan benar-benar langkah yang tepat karena bisa mengurangi dan meminimalisir adanya pungutan liar tersebut.

Tak hanya fokus melakukan terobosan agar tidak terjadi pungutan liar, saat ini Jasaraharja juga semakin fokus meningkatkan kinerjanya.

“Salah satu hal untuk meningkatkan kinerja yaitu Jasaraharja memiliki satu system bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),” ujar Kepala Cabang Jasaraharja Sumut, Harwan M, didampingi Kabag Asuransi Jasaraharja Sumut Dwi Jasono dan Kasubag Asuransi dan Humas Jasaraharja Sumut, Pahala Sitorus saat berkunjung ke kantor Tribun Medan, Senin (13/2/2017).

Ia menerangkan, di system tersebut, apabila ada pasien yang masuk akan diaplikasikan ke system tersebut mulai dari masuk ke rumah sakit mana, loket mana, hingga apakah petugas sudah merespons atau belum.

“Dengan adanya system tersebut hanya melalui aplikasi sudah bisa mengetahui hal apa yang terjadi. Bahkan pengklaiman santunan juga bisa dilakukan,” terangnya.

Ia menuturkan, hal tersebut tentunya sangat membantu Jasaraharja apalagi saat ini Jasaraharja memang telah melakukan kunjungan atau survey langsung jika ada masyarakat yang mengalami kecelakaan.

“Strategi di Jasaraharja adalah mempublikasikan kepada masyarakat dan wajib melakukan kunjungan serta survey langsung agar bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.

(pra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved