NEWS VIDEO: Ternyata Zaman Dahulu Ada Koran Bintang Karo dan Anak Batak
Ratusan kliping dari 20 surat kabar koleksi Dosen Universitas Negeri Medan (Unimed), Ichwan Azhari dipamerkan di Gedung Juang 45 Jalan Pemuda Medan.
Penulis: Hendrik Naipospos |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ratusan kliping dari 20 surat kabar koleksi Dosen Universitas Negeri Medan (Unimed), Ichwan Azhari dipamerkan di Gedung Juang 45 Jalan Pemuda Medan.
Mayoritas surat kabar yang dipamerkan terlihat asing. Selain penulisan belum menggunakan ejaan yang disempurnakan (EYD), praktis hanya satu surat kabar yang masih terbit hingga saat ini.
Berdasarkan pengamatan Tribun-medan.com, Rabu (15/2/2017), nama-nama surat kabar zaman dahulu yang dipamerkan unik-unik. Yakni Soeara Bondjol, Bintang Karo, Anak Batak, Sinar Deli, Soeara Iboe, Soeara Djawa, Pelita Andalas, Surya, Waspada, Benih Merdeka, Soeloeh Merdeka, Poestaha, Pedoman Masjarakat, Soeara Dairi, Atjeh Sinbun, dan berbagai surat kabar yang menggambarkan pertempuran militer.
Sembari mengamati ratusan koleksi Ichwan, puluhan pelajar asal SMA Negeri 17 dan SMA Negeri 6 disuguhkan berbagai lagu perjuangan yang menambah nuansa tempo dahulu.
Baca: Ada Lempengan Baru di Tanah Karo, Ternyata Bukan karena Gempa yang Sering Terjadi
Baca: Terekam CCTV, Cukup 23 Detik Pencuri Pecahkan Kaca Mobil dan Bawa Lari Barang Berharga
Baca: Astaga, Warga Negara Jerman Berdarah-darah Datangi Mapolrestabes, Ternyata Ini Penyebabnya
"Masuk dalam gedung sudah kayak zaman dulu. Koran mayoritas berwarna kuning, lagunya juga lagu perjuangan," kata Netha, siswi SMA Negeri 17 Medan.
Tak hanya ratusan kliping surat kabar, pameran ini turut menyuguhkan foto tokoh pers seperti Dja Parlagoetan yang merupakan pemimpin redaksi Otoesan Soematra sejak 1925-1928, Adinegro yang merupakan lulusan publisistik Jerman, ada juga foto wartawati Ani Idrus yang memiliki pengalaman jurnalistik diberbagai redaksi yakni Sinar Deli, Pewarta Deli, Harian Waspada, KMD (Koran Masuk Desa), dan KMS (Koran Masuk Sekolah).
Pameran berlangsung pada 9-16 Februari 2017, masyarakat yang ingin melihat ratusan kliping surat kabar tempo dulu ini tak dipungut biaya apapun.