Fotografer Meninggal saat Liputan Banjir, Sempat Minta Tolong Warga
"Kejadiannya pukul 09.00 WIB. Kami lagi bersih-bersih lumpur tiba-tiba dia (Guntoro) ambruk," ujar Nanang.
TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA-Guntoro, fotografer dari Koran Jakarta, meninggal dunia saat sedang meliput banjir di kawasan Jalan Masjid Al-Makmur bawah RT 05/08, Pejaten Timur, Jakarta Selatan, pada Kamis (16/2/2017). Guntoro meninggal dunia diduga karena sakit.
Seorang saksi mata bernama Nanang mengatakan, Guntoro tiba-tiba terjatuh saat sedang memotret kondisi banjir di wilayah tersebut. Tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan Guntoro tiba-tiba terjatuh.
"Kejadiannya pukul 09.00 WIB. Kami lagi bersih-bersih lumpur tiba-tiba dia (Guntoro) ambruk," ujar Nanang kepada Kompas.com di lokasi, Kamis.
"Kayaknya sih kena 'angin duduk'," katanya.
Baca: Mereka Rela Naik Perahu Menembus Banjir demi Pilih Calon Tunggal atau Kotak Kosong
Baca: Di Bekasi pun Kalah, Kemana Ahmad Dhani Tinggal? Jika Ahok Menang Dia Janji Pindah dari Jakarta
Baca: Ahok Sampaikan Hal Ini saat Ditelepon Agus Yudhoyono
Nanang menambahkan, mengetahui Guntoro terjatuh, warga langsung menolongnya. Guntoro langsung dievakuasi ke rumah warga untuk diberikan pertolongan pertama.
"Tadi kita panggilin dokter dari puskesmas. Setelah diperiksa, kata dokter dia (Guntoro) sudah meninggal," ucap dia.
Saksi mata lainnya, bernama Ayi, menambahkan, sebelum terjatuh, Guntoro sempat memanggilnya. Saat itu, ia mengatakan sudah tidak kuat lagi berdiri.
"Tadi dia manggil-manggil saya pas saya lagi bersihin rumah. 'Bu tolong saya enggak kuat berdiri'. Habis itu langsung jatuh," kata Ayi.
Ayi mengatakan, pihak keluarga Guntoro sudah mendatangi lokasi. Mereka langsung membawa jenazah Guntoro ke kediamannya di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
"Tadi keluarganya sudah datang. Pukul 10.00 WIB sudah dibawa pakai ambulans," ucap dia. (Kompas.com/Akhdi Martin Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jenazah_20170216_121349.jpg)