Operasi Tangkap Tangan

Kejaksaan Terima Dua Oknum PNS yang Tertangkap Tangan Lakoni Pungutan Liar, Ini Identitasnya

“Dua oknum PNS di Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Sibolga, yang diduga melakukan pungli sudah kita terima pelimpahan barang bukti,"

Kejaksaan Terima Dua Oknum PNS yang Tertangkap Tangan Lakoni Pungutan Liar, Ini Identitasnya
Tribun-Medan.com/ Azis Hasibuan
Tohong Siregar dan Ismail, dua oknum PNS di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sibolga yang tertangkap tangan pungli, saat diperiksa penyidik Kejati Sumut, Jumat (17/2/2017). (Tribun-Medan.com/ Azis Hasibuan) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Azis Husein Hasibuan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menerima dua tersangka dan berkas serta barang bukti hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli terhadap dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sibolga, Jumat (17/2/2017) siang.

Kedua tersangka yang diboyong penyidik Polda Sumut ke kejaksaan yakni Tohong Siregar dan Ismail yang diduga melakukan pungli pengurusan izin berlayar di KSOP Sibolga.

Baca: Ya Ampun, 125 Anggota TNI Menunggu Giliran Dipecat dengan Kasus Ini

Baca: Mengulik Fakta-fakta Seputar Siti Aisyah, Gadis Pembunuh Kakak Pemimpin Korea Utara

“Dua oknum PNS di Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Sibolga, yang diduga melakukan pungli sudah kita terima pelimpahan barang bukti sekaligus tersangkanya. Saat ini masih dalam pemeriksaan tim penyidik,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian.

Adapun modus yang dilakukan kedua oknum PNS tersebut yakni mematok tarif pengurusan Izin Berlayar kapal dengan nominal Rp 200 ribu hingga Rp 2  Juta di Pelabuhan Sibolga yang semestinya tidak dikenakan pemungutan biaya.

Baca: Mengerikan, Terkuak Siti Aisyah Pakai Racun Pembunuh 1200 Kali Lebih Mematikan ketimbang Sianida

Baca: So Sweet, Begini Nih Ucapan Ulang Tahun dari Ayu Ting Ting untuk Raffi dan Nagita

“Jadi, pengurusan izin berlayar yang seharusnya tidak dipungut biaya, oleh kedua tersangka membanderol hingga Rp 2 juta kepada setiap pengurusan izin berlayar kapal,” jelas Sumanggar.

Saat ini kedua tersangka sedang menunggu proses penyidikan selesai hingga akhirnya akan ditahan di Rutan Tanjunggusta, Medan sembari menunggu jaksa penuntut umum (JPU) menyiapkan berkas dakwaan.

“Masih diperiksa di ruang Pidana Khusus. Kedua tersangka nanti akan kita tahan dan dititipkan di rutan untuk 20 hari ke depan menunggu pemberkasan selesai,” sebut mantan Kasi Pidum Kejari Binjai ini.

Kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (2) subs Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

(cr8/tribun-medan. com)

Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved