Rahwana Dikenal Penjahat Ulung, tapi Urusan Cinta Dia Pujangganya, Ini Penjelasannya

Sinta pun diculiknya dan dibawa pulang ke Alengka. Selama tiga tahun disekap, Sinta diperlakukan bak ratu oleh Rahwana.

Editor: Tariden Turnip
dok
Tokoh Rahwana 

TRIBUN-MEDAN.com - Rahwana adalah Penjahat. Rama adalah pahlawan. Kredo yang sudah mendarah daging ini mungkin benar. Namun dalam urusan cinta, sekali lagi dibatasi dalam urusan cinta, kredo tersebut mungkin bisa diperdebatkan.

Karena saya percaya bahwa manusia itu punya dua sisi (tidak ada yang sepenuhnya hitam, tidak ada yang sepenuhnya putih), coba sekarang kita melihat dari sisi Rahwana atau dari sisi orang lain yang kita tak bisa melihatnya.

Baca: Istri Kaget Suami Sulap Rumah Kotor dan Jorok Kayak Toilet Jadi Mewah, Lihat Foto-fotonya

Rumah sebelum ditempati dan sesudah didekorasi.
Rumah sebelum ditempati dan sesudah didekorasi. (facebook)

Baca: Begini Model Baru Kecurangan pada Gelaran Pilkada yang Ditemukan PDI Perjuangan

Baca: Personel BNN Tembak Mati Pemboyong Sabusabu Seberat 20 Kilogram

Dalam sebuah epik diceritakan, Rahwana hanya mencintai satu wanita, Dewi Setyawati namanya.

Hingga kemudian sang dewi meninggal dan kemudian menitis ke dewi Sinta.

Rasa di hati Rahwana selalu tersimpan utuh.

Hingga akhirnya sang waktu mempertemukannya dengan Sinta, yang sayangnya sudah menjadi istri Rama, raja Ayodya, karena memenangi sayembara di kerajaan Mantili.

Baca: Angel Lelga Berani Melawan AA Gym dan Arifin Ilham, Alvin Lontarkan Tantangan Ini

Baca: Aa Gym Nikahkan Putrinya, tapi Siapa Sangka Jika Latar Belakang Menantunya Adalah

Baca: Cemburu dan Nangis saat Putrinya Menikah, Ini Alasan Aa Gym

Melihat cinta sejatinya sudah menjadi milik orang lain, Rahwana tinggap punya dua pilihan: merelakannya atau merebutnya dengan taruhan apa pun, bahkan nyawa.

Dan, Rahwana memilih pilihan kedua.

Sinta pun diculiknya dan dibawa pulang ke Alengka. Selama tiga tahun disekap, Sinta diperlakukan bak ratu oleh Rahwana.

Meski dia bisa memaksa atau bahkan memperkosa Sinta, Rahwana tak pernah mau melakukannya.

Baca: Sandiaga Uno: Selamat Ulang Tahun Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Baca: Ini Parade Foto Gisel Pakai Baju Berbelahan Dada Rendah Bikin Heboh

Baca: Timnas Indonesia Dijadwalkan Jajal Messi dkk, Ini Jadwalnya

Rahwana tahu, cinta sejati tak butuh dipaksa.

Dia pun tak pernah menyentuhnya.

Menunggu. Menunggu adalah hal terbaik agar sang dewi tak terluka hatinya. Agar sang dewi mencintainya sepenuh hati.

Suatu saat nanti. Entah kapan. Padahal dia tahu benar bahwa titisan Dewi Setyawati itu terlahir begitu setia pada suaminya.

APA YANG DATANG DARI HATI AKAN SAMPAI KE HATI

Setiap hari Rahwana mendatangi Sinta dengan beragam puisi. Dia selalu minta maaf karena telah menculiknya.

Semua itu dilakukan semata mata karena cinta dan ingin menjadikan Sinta sebagai permaisuri, satu-satunya istri terkasih. Namun, Sinta selalu menolak.

Apa yang datang dari hati, pasti sampai ke hati. Sekejam apa pun Rahwana, ketulusannya pelan-pelan dirasakan oleh Sinta.

Selama dirinya di Alengka, Rahwana berubah menjadi baik dan murah senyum sehingga mengubah suasana kerajaan menjadi baik pula dan penuh kedamaian. Sinta mulai tergoda tapi di sisi lain dia tak mau mengkhianati suaminya.

Baca: Ternyata PNS Ciuman Suami Istri, Warga Nias Marah: Malu, Jangan Sok Kebarat-baratan yang Bablas

Baca: Wow, Saat Digrebek Polisi Para Pemandu Lagu di Tempat Karaoke Ini Tak Pakai Baju

Baca: Tertangkap Kamera, Detik-detik Ahok Nyoblos di TPS Ternyata Ada Sosok Ini

Namun, hingga hampir tiga tahun lamanya, kenapa Rama tak kunjung juga menyelamatkannya? Apakah suaminya sudah tak mencintainya lagi?

"Duhai wanita terkasih, kamulah satu-satunya wanita yang terpatri di tulang dan tercetak di jantung. Aku siap mati untukmu," kata Rahwana penuh harap kepada Sinta.

Sinta menjawab, "Jujur. Aku sebenarnya juga mencintaimu. Kamu selalu memperlakukanku dengan baik. Tapi aku juga tak mau menghianati cinta suamiku. Jika kamu mencintaiku, tolong relakanlah aku dan kembalikanlah aku kepada suamiku."

Baca: Jembatan Putus, Sepeda Motor Harus Dipikul untuk Seberangi Sungai

Kata-kata Sinta ibarat mantra yang menyihir Rahwana. Sebab, selama hidupnya, hanya kata-kata itulah yang dinanti.

"Baik, jika itu maumu, sebagai ksatria, aku akan berduel satu lawan satu dengan Rama. Jika dia bisa mengalahkanku, maka aku akan mengembalikanmu kepadanya," tegas Rahwana.

Ketika Rama datang dengan balatentara wanara plus hanoman, dengan gagah berani Rahwana menyambutnya.

"Aku mencintai Sinta, Rama! Aku akan melakukan apa pun untuknya. Aku benar-benar mencintainya, bukan sepertimu yang menikahinya hanya karena berhasil memenangkan sayembara. Semua perbuatanku yang kau sebut `mengacau' sebenarnya adalah usahaku dalam rangka mendapatkan kembali Sinta."

PENDERITAAN CINTA

Singkat kata, pertarungan pun terjadilah. Dengan dibantu Hanuman, berhasil mengalahkan Rahwana dan membunuhnya. Sinta yang cantik pun kembali jadi miliknya.

Sinta senang bukan kepalang. Dia lari menghambur ke pelukan Rama. Namun, sambutan Rama justru mengagetkannya. Rama curiga, jangan-jangan Sinta telah dinodai Rahwana.

Berkali-kali Sinta menjelaskan bahwa dirinya masih suci. Rahwana tidak sekali pun pernah menyentuhnya. Tapi Rama tak juga percaya. Hingga akhirnya, Sinta nekat membuktikan kesuciannya dengan menceburkan diri ke bara api.

Karena dia masih suci, api tak bisa membunuhnya. Barulah setelah itu Rama baru mau menerimanya kembali.

Tinggal kemudian sukma Rahwana yang menangis sejadinya karena nestapa cinta. Kenapa takdir tidak memilihnya?

Andai dia ikut perlombaan di Kerajaan Mantili, niscaya Sinta menjadi miliknya. Pasalnya, kesaktian Rama masih jauh di bawahnya. Kenapa pula Sinta memilih pria yang tidak mempercayainya 100 persen?

Sementara bagi Rahwana, Sinta ternoda atau tidak, dia tetap akan mencintainya.

Budayawan Sujiwo Tejo, dalam novel bertajuk "Rahvayana: Aku Lala Padamu", menggambarkan ketulusan cinta Rahwana dengan sangat menyentuh hati.

"Tuhan, jika cintaku kepada Sinta terlarang, kenapa Kau bangun begitu megah rasa itu di hatiku?"

(Inti Sari/Yoyok Prima Maulana)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved