NEWS VIDEO: Enggak Percaya di Tepi Danau Toba Ada Lintah? Ini Buktinya
"Lihat lihat, apa ini? Ini lintah ini," kata Holmes di tepi Danau Toba memeperlihatkan lintah yang bergerak-gerak di bebatuan perairan dangkal.
Penulis: Dedy Kurniawan |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan
TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Holmes Lerry Hutapea warga sekitar yang tengah berjuang bersama Aktivis Pejuang Danau Toba, saat ini terus menyuarakan keprihatinannya terhadap Danau Toba.
Terutama soal pencemaran perairan karena limbah perusahaan ternak ikan yang memakai Keramba Jala Apung (KJA) dan ternak babi, yang disebut-sebut penyebab utama munculnya spesies lintah dan langkanya ragam spesies ikan di Danau Toba.
"Lihat lihat, apa ini? Ini lintah ini," kata Holmes di tepi Danau Toba memeperlihatkan lintah yang bergerak-gerak di bebatuan perairan dangkal, Minggu (19/2/2017).
Baca: Awalnya Dua ABG Duduk Berpangkuan, Akhirnya saat Diperiksa Celana Dalam Basah
Amatan Tribun-medan.com, di lokasi ditemukannya lintah ini tampak sejumlah wisatawan lokal yang asyik mandi di danau. Jarak temuan lintah sekitar 20 meter dengan wisatawan.
Baca: Danau Toba Diterpa Isu Adanya Lintah dan Kutu, Wisatawan Mengaku Nyaman-nyaman Saja
Baca: Video: Berhati-hatilah Berenang di Danau Toba, Begini Penampakan Lintah yang Serang Wisatawan
Terkait dampak spesies lintah ini, Holmes belum dapat memastikan apakah menghisap darah atau hanya memberi efek gatal-gatal seperti yang pernah dialami seorang wisatawan bernama Mangasi belum lama ini.
"Kalau menghisap darah kami belum tahu, tapi menyebabkan gatal-gatal. Jadi sudah ada kami kasih sample lintah satu botol sama BLH untuk diuji, namun sampai saat ini belum ada jawaban mereka untuk mempublikasi terkait muncullah lintah yang kami duga hasil limbah ternak perusahaan-perusahaan di sekitar danau.
Tak jauh dari lokasi lintah, Ucok Batubara warga sekitar Danau Toba, ditemui sedang mancing di danau, merasakan dampak mulai langkanya beberapa spesies ikan danau saban tahun. Dirinya menyebut hal iti dampak ulah masyarakat juga limbah perusahaan ternak
"Sekarang spesies ikan banyak yang mulai langkah karena ulah masyarakat, yang kurang peduli lingkungan," katanya
Baca: Ada Lintah dan Kutu di Danau Toba, Camat Parapat: Foto Korbannya Kok Tidak Ada
Dijelaskan Ucok, dulunya ikan porapora dan beberapa spesies lainnya merupakan sumber penghasilan masyarakat sekitar. Namun akibat kebersihan air danau dan limbah perusahaan jumlahnya semakin langka.
"Dulu per hari ikan porapora bisa berton-ton dihasilkan, tapi sekarang air kurang bersih makanya ikan itu mulai hilang. Limbah juga menyebabkan ada lumut dan bintik-bintik pada ikan. Ada beberapa ikan yang mulai hilang, porapora, ikan buju. Yang lebih parahnya ikan Jahir, di insangnya sering ada kutu," pungkas Ucok.