Jawaban Akhyar Nasution Mengambang, Pengemudi Becak Padati Kantor Gubernur

"Kami sudah dari jam delapan pagi tadi di Balai Kota hanya untuk menunggu Wakil Wali Kota Medan. Tapi jawaban yang kami terima mengambang,kami kecewa"

Jawaban Akhyar Nasution Mengambang, Pengemudi Becak Padati Kantor Gubernur
Tribun Medan / Nanda
Para penarik becak yang tergabung dalam Solidaritas Angkutan dan Transportasi Umum (SATU) berunjuk rasa di luar gerbang kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Selasa (21/2/2017). (Tribun Medan / Nanda) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tidak puas dengan pernyataan Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution, sejumlah penarik becak yang tergabung dalam Solidaritas Angkutan dan Transportasi Umum (SATU) menyambangi kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Selasa (21/2/2017).

Baca: Anggota Dewan Sesali Pengemudi Becak Sweeping Pengemudi Gojek

Mereka menggelar unjuk rasa dengan tuntutan yang masih sama, yakni meminta pemerintah daerah menghentikan angkutan umum berbasis online dan taksi ilegal beroperasi di Kota Medan.

"Kami sudah dari jam delapan pagi tadi di Balai Kota hanya untuk menunggu Wakil Wali Kota Medan. Tapi jawaban yang kami terima mengambang, kami kecewa. Nah untuk itulah kami kemari untuk berjumpa dengan Gubernur Sumut, kami mau tahu bagaimana pernyataan beliau," ujar orator aksi Izal.

Melalui orasinya, Izal mengungkapkap kondisi yang kini dirasakan para penarik becak di Kota Medan pascamunculnya angkutan umum berbasis online.

Kata Izal, penghasilan mereka cenderung menurun belakangan ini. Padahal, menarik becak merupakan satu-satunya profesi yang mereka tekuni demi memperoleh penghasilan.

Baca: Banjir di Jakarta Antara Takdir dan Pilkada

"Bayangkan kami pulang hanya bawa uang Rp 20 ribu sudah beberapa hari ini. Bisa makan apa kami dengan uang itu? Kami juga punya anak yang ingin kami sekolahkan," ujar Izal.

Menurut Izal, becak merupakan angkutan umum yang telah menjadi icon di Kota Medan. Namun, menurutnya, kehadiran angkutan umum berbasis online justru berpotensi mengancam keberadaan becak.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved