Johan Merdeka Bilang Akhyar Nasution Tidak Berguna, Ini Alasannya

"Tidak berguna Akhyar itu, nanti kami pulang dari ini akan bakar semua foto Akhyar. Kami juga akan bakar fotonya kalau nanti demo lagi di Balai Kota,"

Johan Merdeka Bilang Akhyar Nasution Tidak Berguna, Ini Alasannya
Tribun Medan / Nanda
Koordinator Aksi Solidaritas Angkutan dan Transportasi Umum (SATU), Johan Merdeka ketika berorasi di luar gerbang Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Kamis (21/2/2017). (Tribun Medan / Nanda) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Koordinator Aksi Solidaritas Angkutan dan Transportasi Umum (SATU), Johan Merdeka, menyebut Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution tidak berguna.

Pasalnya, Akhyar Nasution dinilai tidak menunjukkan sikap yang tegas terhadap keberadaan angkutan umum berbasis online di Kota Medan.

Baca: Tegaskan Tak Pungut Bayaran Apapun, Eldin: Minta Kembali Uang Saudara!

Baca: Siapkan Atlet Untuk Popnas, Ini Upaya Binsar Simamora

"Tidak berguna Akhyar itu, nanti kami pulang dari ini akan bakar semua foto Akhyar. Kami juga akan bakar fotonya kalau nanti demo lagi di Balai Kota," ujar Johan ketika berorasi di luar gerbang Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Selasa (21/2/2017).

Sejumlah penarik becak yang tergabung dalam SATU berunjuk rasa di luar gerbang Kantor Gubernur Sumut usai melakukan aksi serupa di luar gerbang Balai Kota Medan.

Kedatangan mereka ke Kantor Gubernur merupakan bentuk kekecewaan karena tak mendapatkan solusi oleh Pemko Medan atas keberadaan angkutan umum berbasis online.

Menurut Johan, keberadaan angkutan umum berbasis online telah bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan. Selain itu, munculnya angkutan umum berbasis online tersebut juga menyebabkan penghasilan para penarik becak kini cenderung menurun.

Baca: iPedic Collcetion dari Serta, Bikin Tidur Anda Makin Menyenangkan

Baca: Jalin Kerjasama dengan BJB, Ini Komentar Runtung Sitepu

Hal ini juga dibenarkan seorang penarik becak bernama Izal.

"Bayangkan kami pulang hanya bawa uang Rp 20 ribu sudah beberapa hari ini. Bisa makan apa kami dengan uang itu? Kami juga punya anak yang ingin kami sekolahkan," ujar Izal.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan Pemprov Sumut belum hadir menemui para pendemo.

(cr5/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved