Korsleting Listrik dan Kebocoran Gas Jadi Penyebab Utama Kebakaran, Ini Tips dari Kepala Dinas P2K

Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Medan, Marihot Tampubolon meminta masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi

Korsleting Listrik dan Kebocoran Gas Jadi Penyebab Utama Kebakaran, Ini Tips dari Kepala Dinas P2K
Tribun Medan/Hendrik
Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Medan, Marihot Tampubolon di Kantor Dinas P2K, Rabu (22/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Menilik tingginya peristiwa kebakaran yang terjadi dalam dua bulan terakhir yakni sejak awal Januari hingga hari ini telah terjadi 25 kebakaran.

Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Medan, Marihot Tampubolon meminta masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik.

Hal ini bukan tak beralasan, berdasarkan data yang ia miliki dari 25 kebakaran, 19 di antaranya bersumber dari korsleting listrik.

"Listrik ini penyebab mayoritas. Ini bisa terjadi dikarenakan masyarakat tak menggunakan kabel sesuai SNI (Standar Nasional Indonesia). Penyebab kedua masyarakat menaikkan daya listrik tapi tak perhatikan kemampuan kabel," ucap Marihot kepada Tribun-medan.com, Rabu (22/2/2017).

Baca: Kisah Pemadam Kebakaran Ini Bikin Haru, Pernah Saksikan Empat Rekannya Tewas saat Bertugas

Baca: Wow, Tahun Lalu di Medan Terjadi Kebakaran 246 Kali, Kerugian Mencapai Rp 898 Miliar

Selain korsleting listrik kebakaran juga kerap disebabkan oleh kebocoran gas.

Marihot lantas meminta masyarakat untuk menempatkan tabung gas di ruangan yang memiliki banyak ventilasi.

"Lakukan penggantian selang secara berkala. Sebisa mungkin dapur harus banyak ventilasi. Apabila terjadi kebocoran, udara bisa keluar ruangan, tidak berputar di dapur saja," sambungnya.

Akibat peristiwa kebakaran selama 2017 diperkirakan telah terjadi kerugian sebanyak Rp 3,9 miliar.

Apabila terjadi kebakaran masyarakat dapat menghubungi pemadam kebakaran di (061) 4515356 atau 113.

Proses pemadaman api dilakukan secara gratis alias tak dipungut biaya.

Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved