Perbaiki Sarana di Sekitar Danau Toba, Bupati Kucurkan Dana Rp 40 Miliar

Sejumlah pembangunan sarana dan prasana seperi jalan, penerangan, wahana permainan, kuliner, perhotelan akan jadi fokus alokasi dana 40 miliar

Penulis: Dedy Kurniawan |
Tribun Medan/Dedy
Bupati Simalungun JR Saragih bersama jajaran SKPD melihat kondisi jalan yang rusak parah di Kelurahan Hutabayu, Tanah Jawa yang segera dibangun, Rabu (22/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih manfaatkan dana Rp 40 miliar untuk memperbaiki kondisi Danau Toba yang diplot Presiden Joko Widodo sebagai Monaco of Asia.

Sejumlah pembangunan sarana dan prasana seperi jalan, penerangan, wahana permainan, kuliner, perhotelan akan jadi fokus alokasi dana 40 miliar. Bahkan untuk memanjakan wisatawan JR Saragih akan mencontoh wahana-wahana permainan seperti yang ada di Berastagi.

Baca: Ini Ancaman bagi Perusahaan Pembuang Limbah ke Danau Toba

Baca: BLH Harus Uji Baku Mutu Air Limbah Perusahaan dan Danau Toba

"Rp 40 miliar itu bertahap dan berlanjut. Bisa sampai 20 tahun. Sama kayak pusat, ada pun dana itu sifatnya berertahap dan berlanjut. Dalam program kerja kita Rp 40 miliar ada dalam pembanguanan sarana seperti lapangan golf, terus ada rencana mau buat wahana permainan kayak di Berastagi," kata JR Saragih didampingi Wakil Bupati Amran Sinaga dan sejumlah Kepala Dinas saat berziarah ke makam Raja Sinaga di Tanah Jawa, Rabu (22/2/2017).

Ditanyai soal berapa besaran dana dari 40 miliar yang akan dialokasikan untuk perhatian terhadap kualitas air Danau Toba, JR Saragih mengaku lebih fokus terhadap pelestarian budaya dan wisata budaya. Hal ini ditegaskannya meski diketahui Danau Toba merupakan Destinasi perairan dan panorama alam.

Baca: Woow, Bantah Isu Lintah, JR Saragih Akan Mandi di Danau Toba

Baca: Anggota Dewan Minta Isu Lintah Danau Toba Jangan Berlarut-larut

Baca: Lintah di Danau Toba Sudah Ada Sejak 2012

"Kalau kami budaya. Kalau air itu, tidak ada masalah air itu di Danau Toba. Jadi janganlah kita nakut-nakuti orang yang datang. Dibilang ada lintah. Jadi saya rugi. Karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita akan berkurang. Orang mau datang takut, padahal gak ada apa-apa. Jadi PADnya berkurang. Jadi, gak ada lintah satu biji pun di situ. Saya jamin. Kita sudah cek," tegasnya.

Terkait hilangnya populasi ikan porapora yang ada di Danau Toba, yang selama ini menjadi sumber PAD JR Saragih juga membantah karena adanya polusi limbah perusahaan atau sebab pencemaran air lainnya.

"Sekaramg patah tumbuh hilang berganti. Ikan porapora mati malah kepiting yang ada. Ada juga lobster. Nah lobster itu yang makan porapora itu," pungkasnya.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved