32 Tahun Laga Bersejarah PSMS vs Persib
Amrustian Tidak Bisa Lupa
Tidak ada soal grogi atau tertekan. Yang bikin tertekan justru karena pertandingan ditunda itu.
Penulis: Ilham Fazrir Harahap | Editor: T. Agus Khaidir
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ilham Fazrir Harahap
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tanggal 23 Februari 1985 menjadi hari yang tidak bisa dilupakan Amrustian. Pada hari ini 32 tahun lalu, Amrustian memimpin PSMS Medan berlaga di partai final Kompetisi Divisi Utama PSSI 1984-1985 melawan Persib Bandung.
Penonton kala itu banyak sekali, kenang Amrustian. Meluber sampai ke pinggir lapangan. Ini membuat pemain terhalang untuk masuk lapangan. Akhirnya panitia pertandingan memutuskan pemain masuk lapangan lewat pintu VIP.
"Ini juga saya masih ingat persis. Penontonnya membludak. Sekitar 150 ribu penonton kalau tidak salah. Nah, jam sepuluh pagi penonton sudah datang ke Senayan. Kita pemain gak bisa masuk. Gak bisa dari pintu yang biasa dipakai pemain. Karena itu jadi masuk dari pintu VIP. Pintu untuk penonton-penonton VIP," kata Amrustian saat berbincang dengan tribun-medan.com di Medan, Kamis (23/2).
Jumlah penonton yang melebihi kapasitas ini juga sempat membuat pertandingan ditunda. Panitia pertandingan kewalahan dan mengkhawatirkan keselamatan. Pertandingan baru digelar setelah ada tambahan personel keamanan dari kepolisian dan TNI.
"Kalau masalah penonton sebenarnya kami tidak masalah lagi. Tidak ada soal grogi atau tertekan. Yang bikin tertekan justru karena pertandingan ditunda itu," ucapnya.
Laga bersejarah yang dimenangi PSMS 4-3 ini masih memegang rekor penonton terbanyak di Indonesia sampai sekarang.
"Saya tidak bisa lupa. Ini kenangan yang paling indah," katanya.(lam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/psms-klasik2_20170223_215423.jpg)