Kematian Kim Jong Nam

Cerita Siti Aisyah, Mengaku Dibayar 90 Dolar AS untuk Lakukan Adegan Ini

Tim Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur didampingi pengacara telah melakukan kunjungan kekonsuleran kepada Siti Aisyah di kantor polisi Cyberjaya..

Editor: Abdi Tumanggor
Facebook/BBC Indonesia
Salah satu foto Siti Aisyah yang diunggah ke akun Facebooknya. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Wakil Duta besar Indonesia untuk Malaysia Andriano Erwin telah bertemu dengan Siti Aisyah , Warga Negara Indonesia (WNI), yang diduga terlibat terhadap pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri pimpinan Korea Utara Kim Jong Un, 13 Februari lalu di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia.

Berdasarkan keterangan Siti, ia direkrut dan dibayar untuk melakukan acara lucu-lucuan bagi acara televisi dan dibayar 90 dolar Amerika Serikat (AS). Namun, belakangan diketahui setelah penangkapan, bahwa ia merasa tertipu. Adegan itu bukan untuk membunuh.

Baca: Polisi Malaysia Yakin Siti Aisyah Tahu Rencana Meracun Kim Jong Nam

Baca: Jaksa Agung: Indonesia Tak Akan Melepaskan Siti Aisyah Sendirian

Tim Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur didampingi pengacara telah melakukan kunjungan kekonsuleran kepada Siti Aisyah di kantor polisi Cyberjaya, Sabtu (25/2/2017) pukul 10.30 waktu setempat.

Dalam keterangan pers dari kementerian Luar Negeri RI menjelaskan, bila kunjungan tersebut adalah tindak lanjut dari pemberian akses kekonsuleran yang disampaikan Menlu Malaysia kepada Menlu RI, Jumat (24/2/2017) malam. "Kunjungan tersebut berlangsung sekitar 30 menit," tulis Kemenlu RI dalam siaran pers tersebut, Sabtu (25/2/2017).

Acara pertemuan itu pun dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama, wakil KBRI melalukan pemindaian sidik jari menggunakan perangkat bergerak, guna memverifikasi kewarganegaraan Siti Aisyah berdasarkan data paspor.

Tahap kedua, pejabat kekonsuleran menemui Siti Aisyah. Dalam pertemuannya, pejabat kekonsuleran KBRI melakukan gali informasi untuk mengetahui kondisinya. Sekaligus menanyakan jika terdapat kondisi kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

Baca: Media Malaysia Meyakini Siti Aisyah Hanya Sebagai Korban Intrik Seorang Pria Misterius

Baca: Siti Aisyah Dijerat Sindikat Pembunuh Tingkat Tinggi, Diduga Tergiur Iming-iming Uang Reality Show

Dalam pertemuan tersebut, kekonsuleran KBRI pun meminta persetujuan Siti Aisyah untuk memperoleh pendampingan hukum dari pengacara yang ditunjuk.

Kemudian, kekonsuleran KBRI juga menjelaskan hak-hak hukum yang dimiliki Siti Aisyah. Lalu, meminta informasi awal untuk proses pendampingan hukum. Serta, menanyakan jika ada hal yang ingin disampaikan kepada keluarga.

Baca: Ibunda Siti Aisyah Syok Tidak Bisa Tidur Sejak Berita Anaknya Masuk Televisi

Baca: Kemenlu Diminta Jelaskan Isu Siti Aisyah dan Intelijen Korea Utara

Diketahui, Siti Aisyah ditahan kepolisian Malaysia. Dari hasil verifikasi terkonfirmasi, bahwa sidik jari Siti Aisyah sesuai dengan data pada paspor yang dimiliki saat ini.

Menurut polisi, keterlibatan Siti Aisyah adalah mengocok gas saraf VX ke wajah Kim Jong Nam di tengah kerumunan wisatawan di Bandara Kuala Lumpur, Senin (13/2/2017), mengakibatkan saudara tiri pimpinan Korea Utara Kim Jon Un tersebut pun meninggal.

(Tribunnews.com/Srihandriatmo Malau )

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved