Kunjungan Raja Arab Saudi
Ke Indonesia, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Mau Apa?
Baik pemberitaan maupun keriuhan netizen itu menyinggung banyak topik, memakai beragam "nada" pula—ada yang biasa-biasa saja, obyektif, analitik,
Belum lagi kalau Raja dan para pangeran menggunakan kamar bertarif puluhan juta. Total angkanya bakal "lumayan banget" buat memastikan cash flow industri perhotelan.
Biar tidak sakit kepala, harga aslinya tak perlu benar-benar dihitung, kecuali memang butuh kutipan buat bikin berita atau laporan.
Aliran uang dari sewa kendaraan yang akan menjadi "kaki" rombongan selama ada di Jakarta, Bogor, dan Bali, juga jangan disepelekan. Gaji pegawai perusahaan penyewaannya amanlah harusnya bulan ini.
Tarif sewa mobil-mobil yang sejak beberapa hari lalu sudah disiapkan di kawasan Senayan ini rasanya tak mungkin di bawah Rp 1 juta per hari, kalau yang berjajar dari Mercedes Benz seri E-Class dan S-Class atau Toyota Alphard.
Dari penelusuran Kompas.com, harga sewa Mercedes-Benz E-Class di Jakarta, paling murah adalah Rp 2,5 juta per hari.
Kabar terbaru, urusan makanan pun untuk rombongan ini sampai perlu ada 150 "tukang masak" khusus.
Berdoa saja rombongan Raja Arab Saudi juga sempat "ngemil" jajanan rakyat, bawa oleh-oleh buatan Tajur, atau ngopi-ngopi di sekitar hotel. Kalau bukan para pangeran-nya, minimal ya para pengawal yang jajan sembari bertugas. Biar aliran duit lebih merata ke sekitar lokasi kunjungan.
Hitung-hitung, agenda piknik ini jadi sedikit "balas jasa" untuk Indonesia yang rutin setiap tahun memberangkatkan ratusan ribu jemaah haji. Belum lagi rombongan umrah yang mengalir sewaktu-waktu ke Tanah Suci.
Nominal yang didapat Arab Saudi dari jajan dan oleh-oleh yang dibeli para peziarah selama perjalanan religi itu juga boleh kok kalau mau dihitung...
2. Bawa agenda politik
Agenda politik bukan berarti mengajak Indonesia berganti ideologi atau jadi sekutu Arab Saudi soal perang dan konflik di Timur Tengah.
Agenda politik itu banyak, termasuk membahas masalah tenaga kerja Indonesia (TKI) dan tenaga kerja wanita (TKW) asal negeri ini yang masih sering terlunta di sana.

Raja Salman bin Abdulaziz dijadwalkan menggelar pertemuan khusus dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Sebagai catatan, kunjungan kepala negara Arab Saudi ke Indonesia sebelum ini terjadi terakhir kali pada 1970.
Masih masuk agenda politik, Raja Salman dan rombongannya juga disebut punya jadwal bertemu sejumlah tokoh masyarakat, termasuk mengunjungi Masjid Istiqlal. Lagi-lagi, bukan buat mengajak ganti ideologi, melainkan lebih pada "kedekatan" karena data statistik penduduk Muslim Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/raja-salman-tiba-di-bandara-halim-perdanakusuma-tribun_20170301_143439.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/raja-arab-saudi-salman-bin-abdulaziz-salman-tribun_20170301_142537.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/raja-salman_20170301_131638.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo-dan-raja-salman_20170227_223146.jpg)