Lolos Dari Penembakan BNN, Lihat Bandar Narkoba Ini Lakukan Tingkah Konyol sembari Tertawa

Ada kisah menarik di balik penggerebekan yang dilakoni Personel Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Rabu (1/3/2017).

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Anggota BNN menginterogasi salah seorang tersangka kepemilikan narkoba pasca penggerebekan di Kawasan Jalan Lintas Sumatera Binjai-Medan Kilometer 10, Sumatera Utara, Rabu (1/3/2017). BNN melakukan penyergapan terhadap sepuluh orang tersangka bandar dan pengedar narkoba dan satu orang di antaranya tewas ditembak saat sedang melakukan transaksi narkoba dengan barang bukti sebanyak 46 kilogram sabu-sabu, 3620 pil ekstasi dan 465 pil happy five.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Jefri Susetio 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ada kisah menarik di balik penggerebekan yang dilakoni Personel Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Rabu (1/3/2017).

Wak Ateng, tukang bangunan di kediaman Habibi menceritakan, saat masih kerja, tiba-tiba datang dua orang masuk ke dalam rumah, mereka datang menggunakan sepeda motor Honda Scoopy merah.

Baca: Heboh Putri Arab Cantik Tak Berhijab, Mahfud MD Bandingkan dengan Najwa Shihab

Baca: Putri Arab Saudi nan Cantik Itu Tak Berhijab seperti Kebanyakan Perempuan Saudi, Kenapa?

Baca: Teramat Tragis, 3 Pertanda Putusnya Hubungan Laudya Bella dengan Ponakan Wapres JK

Laudya Bella
Laudya Bella (IST)

Awalnya dua pemuda yang berbahasa Aceh itu, melihat ke kanan, dan kiri kemudian memasuki pagar rumah.

Setiba di dalam rumah, dua pemuda itu langsung tertawa-tawa sembari berbincang dengan bahasa daerah Aceh.

Hanya berselang beberapa menit kemudian, tiga personel BNN berpakaian preman masuk dari depan rumah, dan dua personel menyusul masuk dari pintu belakang.

Personel BNN langsung mengiring Junet dan Andri, ke teras rumah sedangkan empat orang lagi tangannya diborgol di ruang tamu.

Baca: Kisah Anggota Dewan Berlari ke Lokasi Penggerebekan Selamatkan Balita saat Penembakan Terjadi

Baca: Satu Tewas Tertembak, Baru Kali Ini Lihat Berdarah-darah Gitu

Ketika penggerebekan, Habibi tidak berada di rumah, karena tugas di Kodam Bukit Barisan.

“Penggerebekan itu, sekitar pukul 09.45 WIB hingga pukul 10.45.WIB, proses penangkapannya tidak lama hanya sebentar. Tapi seluruh rumah digeledah, jadi awalnya kami pikir main-main karena kami beranggapan tidak mungkin ada penggerebekan di rumah aparat TNI,” ujarnya di Jalan TB Simatupang, Gang Langgar usai penggerebekan, Rabu (1/3/2017). 

Ia mengisahkan begitu memasuki rumah personel BNN sudah pegang pistol, mereka datang gunakan mobil Avanza warna silver dan mobil Patroli Polsek Sunggal. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved