Lolos Dari Penembakan BNN, Lihat Bandar Narkoba Ini Lakukan Tingkah Konyol sembari Tertawa
Ada kisah menarik di balik penggerebekan yang dilakoni Personel Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Rabu (1/3/2017).
Laporan Wartawan Tribun Medan/Jefri Susetio
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ada kisah menarik di balik penggerebekan yang dilakoni Personel Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Rabu (1/3/2017).
Wak Ateng, tukang bangunan di kediaman Habibi menceritakan, saat masih kerja, tiba-tiba datang dua orang masuk ke dalam rumah, mereka datang menggunakan sepeda motor Honda Scoopy merah.
Baca: Heboh Putri Arab Cantik Tak Berhijab, Mahfud MD Bandingkan dengan Najwa Shihab
Baca: Putri Arab Saudi nan Cantik Itu Tak Berhijab seperti Kebanyakan Perempuan Saudi, Kenapa?
Baca: Teramat Tragis, 3 Pertanda Putusnya Hubungan Laudya Bella dengan Ponakan Wapres JK

Awalnya dua pemuda yang berbahasa Aceh itu, melihat ke kanan, dan kiri kemudian memasuki pagar rumah.
Setiba di dalam rumah, dua pemuda itu langsung tertawa-tawa sembari berbincang dengan bahasa daerah Aceh.
Hanya berselang beberapa menit kemudian, tiga personel BNN berpakaian preman masuk dari depan rumah, dan dua personel menyusul masuk dari pintu belakang.
Personel BNN langsung mengiring Junet dan Andri, ke teras rumah sedangkan empat orang lagi tangannya diborgol di ruang tamu.
Baca: Kisah Anggota Dewan Berlari ke Lokasi Penggerebekan Selamatkan Balita saat Penembakan Terjadi
Baca: Satu Tewas Tertembak, Baru Kali Ini Lihat Berdarah-darah Gitu
Ketika penggerebekan, Habibi tidak berada di rumah, karena tugas di Kodam Bukit Barisan.
“Penggerebekan itu, sekitar pukul 09.45 WIB hingga pukul 10.45.WIB, proses penangkapannya tidak lama hanya sebentar. Tapi seluruh rumah digeledah, jadi awalnya kami pikir main-main karena kami beranggapan tidak mungkin ada penggerebekan di rumah aparat TNI,” ujarnya di Jalan TB Simatupang, Gang Langgar usai penggerebekan, Rabu (1/3/2017).
Ia mengisahkan begitu memasuki rumah personel BNN sudah pegang pistol, mereka datang gunakan mobil Avanza warna silver dan mobil Patroli Polsek Sunggal.
Baca: Biadab, Guru Pria Diculik 4 Wanita lalu Diperkosa usai Diberi Cairan, saat Bangun Alat Vitalnya . .
Baca: Ebi Frustrasi Kerap Pergoki Istri dan Putrinya Lakukan Ini pada Organ Intim, Ia Minta Cerai
Baca: Usai Bokongnya Diraba, Rayssa Mengamuk lalu Spontan Tampar dan Mengumpat Pembawa Acara

Proses penggerebekan kurang seru,lantaran enggak ada perlawanan.
“Begitu masuk ke dalam rumah, personel BNN bilang jangan bergerak, semua pada tiarap, kamipun berhenti bekerja. Jadi senyap, karena dua pemuda yang tertawa-tawa itu langsung diam. Saya melihat enggak ada pemukulan,” tambahnya.
Sedangkan P Pasaribu menambahkan, Zakaria, adek kandung Habibi sempat ribut dan berteriak kesakitan karena tangannya di pegang personel BNN. Bahkan, sempat meminta tolong kepada warga namun tidak ada berani yang masuk ke dalam rumah.
“Begitu datang Junet sama Andri langsung ditodong pistol di kepalanya, mungki besok kami sudah enggak kerja lagi. Siapa yang tanggungjawab berikan gaji? Biasanya kami makan dari dia (rumah Habibi), jadi tadi terpaksa kami beli nasi bungkus sendiri,” ungkapnya.
(tio/tribun-medan.com)