Sosok Inspiratif

Inilah Kisah Arsitek Swiss Membangun Jembatan Gratis di Pelosok Indonesia

Toni Ruttimann, seorang arsitek warga negara Swiss yang menginisiasi proyek sosial pembangunan jembatan gratis untuk daerah terpencil..

Inilah Kisah Arsitek Swiss Membangun Jembatan Gratis di Pelosok Indonesia
Kompas.com/Kristian Erdianto
Sebelum jembatan Desa Pagar Alam dibangun. 

Terlihat di beberapa bagian banyak kayu yang sudah mulai lapuk karena diterpa panas dan hujan, bahkan di beberapa bagian ada yang terlepas.

Setiap orang yang melintas harus berhati-hati untuk menghindari bagian yang berlubang.

Anak-anak warga desa Pagar Alam menyeberang di atas jembatan kayu yang kondisinya sudah tidak layak.
Anak-anak warga desa Pagar Alam menyeberang di atas jembatan kayu yang kondisinya sudah tidak layak. (Kompas.com/Kristian Erdianto)

Menurut Isharman, jembatan itu dibuat pada tahun 2000 atas prakarsa kepala desa sebelumnya dengan bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Selain sudah tidak layak, jembatan itu juga dinilai tidak efisien.

Satu tahun sekali jembatan harus diperbaiki untuk mengganti lantai kayu yang mudah lapuk akibat diterpa cuaca panas dan hujan. Dana yang dihabiskan, kata Isharman, mencapai Rp 8 juta.

"Pemasukan desa tidak ada, jadi kami mufakat, menerima tawaran bantuan untuk membuat jembatan baru dari besi dan baja," katanya.

Sekitar awal tahun 2016, Isharman bertemu dengan Suntana. Saat itu, Suntana sedang menyurvei beberapa daerah di Sumatera Selatan untuk dibangun jembatan. Desa Pagar Alam adalah salah satu desa yang didatangi oleh Suntana.

Suntana merupakan salah satu staf Toni Ruttimann, seorang warga negara Swiss yang menginisiasi proyek sosial pembangunan jembatan untuk daerah terpencil. Sejak 2012, Toni dan Suntana sudah menjalankan proyek sosialnya di beberapa daerah.

jembatan
 (Kompas.com/Kristian Erdianto)

Tercatat, hingga September 2016, sebanyak 61 jembatan sudah berhasil mereka bangun di 15 provinsi, yakni Bali, Banten, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Sumatera Selatan.

Saat bertemu Isharman, Suntana menyatakan kesediaannya membantu warga Desa Pagar Alam untuk membangun jembatan dengan beberapa syarat sederhana.

Warga desa harus berkomitmen untuk membangun jembatannya secara swadaya dan bergotong royong. Suntana juga meminta warga menyediakan material pendukung, seperti pasir, batu kerikil, dan semen.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved