Banjir

Terjebak di Lokasi Banjir-Longsor, Korban Bertahan Minum dari Sumber Mata Air

AKibat banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat,penumpang yang terjebak mencari air dari sumber mata air di ujung bukit..

Editor: Abdi Tumanggor
Tribun Pekanbaru/ist
Banjir dan Longsor mengakibatkan terputusnya jalan di perbatasan Riau- Sumatera Barat, Jumat (3/3/2017). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Longsor di kawasan Koto Alam, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota membuat ratusan kendaraan dan ribuan penumpang terjebak sejak Jumat (3/3/2017).

Material longsor menutup jalan dan tidak bisa dilalui kendaraan. Pengendara pun tertahan tidak bisa melanjutkan perjalanannya.

Rasa panik dan takut pun dialami oleh para penumpang yang terjebak.

Baca: Korban Banjir-Longsor di Limapuluh Kota Sumatera Barat Belum Dapat Bantuan

Baca: Darurat Banjir-Longsor di Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat

Seperti yang dikisahkan oleh pemilik akun @mon_stg melalui akun Instagramnya.

Ia berhasil keluar dari lokasi longsor dengan perjuangan yang cukup panjang.

Untuk bisa bertahan ia hanya mengandalkan sisa perbekalan yang ada. Dan untuk minum ia dan penumpang lainnya mencari air dari sumber mata air yang berada di ujung bukit.

Baca: Banjir Besar di Sumatera Barat, Terlihat Masjid Raya Ini Hanya Terlihat Kubahnya Saja

Berikut postingan @mon_stg:

Perjalanan saya dari bandung ke medan untuk berbagai urusan di mulai satu minggu yang lalu, selesai urusan di medan sy bertolak ke daerah duri pekanbaru dg jalur darat, urusan selesai sy & rombongan bertolak ke arah padang utk menyelesaikan urusn pekerjaan selanjutnya, kmi brgkt mlm, singkat cerita semua berjalan baik sprti biasa.

Sampai pd keesokan harinya di hari jumat pagi kira2 jam 2 pagi dini hari di sekitar daerah #pangkalan #kab.Limah puluh kota #sumbar, mobil kami tiba2 di hentikan oleh bongkahan tanah dr arah tebing yg tinggi di selingi hujan lebat dan gelapnya malam di hutan kami mendengar suara bongkahan tanah yang perlahan2 mulai jatuh ke bawah.

Tak lama setelah itu di arah depan kmi persis, 1 mobil tertimbun bongkahan tanah, berselang beberapa detik mobil berikutnya di hantam bongkahan tanah longsor, sampai ada sekitar 6-7 mobil lagi di arah depan kami yang ikut terbawa tanah.

Dgn panik km berusaha memutar balik mobil ke arah bawah dan menghindari longsoran tanah.panik,cemas, takut, gelisah entah masih hidup atau mati sudah tak bisa kami rasakan lagi.

Km mencari posisi aman yg jauh dari tebing curam, selama 2 hari 2 malam km berjuang diantara ratusan korban lainnya untuk bertahan hidup mengandalkan sisa perbekalan yg di bawa, hutan belantara disekeliling sudah tidak mengizinkan adanya makanan yang layak.

Kami bertahan dengan air mentah dari mata air yg kami cari di ujung bukit. Pagi sekitar jam 3 dini hari kami keluar dari mobil dan tidur di luar pondok kecil yg ada disekitar sana karna takut kalau bertahan di mobil akan ada longsor lagi.

Benar2 pengalaman yang tak kan prnh terlupakan buat saya dengan semua target kerja yang harus saya penuhi Tuhan melukis cerita indah dulu di hidup saya.

Saat itu benar2 kuasa Tuhan bekerja di hidup saya, entah sudah bagimana saya dan rombongan saat ini kalau tanpa kuasa Tuhan melindungi kmi. Hr ini sy mrskan apa yg dirskan para korban pengungsi perang dan bencana alam. 

Baca: PARADE FOTO: Banjir Tenggelamkan Masjid dan Kantor Polisi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved