139 Anggota Polri Sujud Syukur, bahkan Ada yang Menangis Haru saat Tiba di Bandara Halim

Sebanyak 139 anggota Polri langsung sujud syukur saat pesawat yang membawa mereka dari Sudan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

139 Anggota Polri Sujud Syukur, bahkan Ada yang Menangis Haru saat Tiba di Bandara Halim
Tribun-Medan.com/ Array
Kapolri, Jenderal Tito Karnavian bersama Kapolda Sumatera Utara, Irjend Rycko Amelza Dahniel saat berada di Polda Sumatera Utara. Tito menekankan jajaran Polda Sumut untuk menghabisi bandar narkoba, Sabtu (10/12/2016). (Tribun-Medan.com/ Array) 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Sebanyak 139 anggota Polri langsung sujud syukur saat pesawat yang membawa mereka dari Sudan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Beberapa dari mereka juga ada yang menangis bahagia karena sudah tiba di tanah air dengan selamat.

Sebelumnya mereka tertahan selama 43 hari di Sudan karena tuduhan penyelundupan senjata api.

"Kontingen Garuda Formed Police Unit (FPU) 8 tadi langsung sujud syukur di landasan," ucap Kepala Biro Penyusunan dan Penyuluhan Hukum (Karosunluhkum) Divisi Hukum Polri, Brigjen Pol Agung Makbul kepada Tribunnews.

Baca: BREAKING NEWS: Dilanda Hujan Deras, Medan Johor Terendam Banjir

Baca: Ini Foto-foto Banjir di Kawasan Medan Johor

Agung yang ikut dalam rombongan sebagai tim Bantuan Hukum Indonesia (TBHI) untuk Satgas FPU 8 menyatakan, pesawat pengangkut Satgas FPU 8 mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 11.00 WIB. Pesawat tersebut sebelumnya berangkat dari Sudan, Sabtu (4/3) siang.

Sebanyak 139 anggota Polri yang tergabung dalam Satgas FPU ke-8 dilarang meninggalkan bandara Al Fasher, Darfur, Sudan, seusai melaksanakan misi penjaga perdamaian PBB, pada 21 Januari 2017 lalu.

Mereka dituduh otoritas setempat berupaya menyelundupkan senjata api dan amunisi karena temuan 10 koper berisi 29 pucuk senapan Kalashnikov, 4 senjata api, 6 senjata tipe GM3, 61 pistol berbagai jenis, serta sejumlah amunisi.

Koper-koper itu ditemukan beberapa meter dari tumpukan koper FPU 8. Meski pihak FPU 8 maupun Mabes Polri memastikan senjata tersebut bukan milik mereka, pihak otoritas Sudan tetap memproses dan melarang mereka meninggalkan Sudan.

Halaman
123
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved