Curhatan Ibu Korban Kecelakaan Beruntun, Mawarni: Tuhan Sayang Sama Dia

Mawarni ibu dari Dwi Wardiah (12) yang tewas akibat kecelakaan beruntun sepulang sekolah masih berkabung.

Penulis: Dedy Kurniawan |
Tribun Medan/Dedy
Kasatlantas Polres Simalungun AKP Sonny Harsono dan Jasa Raharja berikan santunan kematian akibat laka lantas kepada keluarga Dwi dan Marlina, Rabu (8/3/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Mawarni ibu dari Dwi Wardiah (12) yang tewas akibat kecelakaan beruntun sepulang sekolah masih berkabung. 

Kedukaan mendalam masih dirasakan keluarga yang berdomisili di Marihat Baris, Kabupaten Simalungun, Rabu (8/3/2017). Ia belum bisa melupakan peristiwa kecelakaan beruntun di Jalan Asahan-Siantar pekan lalu yang menewaskan putrinya.

Mawarni tak dapat menyimpan rasa kehilangan anak keduanya tersebut.

Hal ini terlihat saat Jasa Raharja dan Polres Simalungun mendatangi rumahnya dalam rangka memberikan santunan jaminan kecelakaan.

Baca: Kecelakaan Maut Simalungun, Dwi Meninggal Dunia Sempat Kritis Usai Dirawat di ICU

Baca: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut, Truk Tronton Tabrak Tiga Angkot, Sopir Tewas di Tempat

Baca: Orangtua Siswa Korban Kecelakaan Maut: Tetap Sadar Nak, Ucap Allahu Akbar, Takbir Terus Nak

"Masih ada rasa kehilangan mendalam. Kami cuma bisa mengucapkan terima kasih banyak kepada Jasa Raharja dan Polres Simalungun. Karena kami tidak dapat membalas. Biar tuhan yang membalasnya. Mungkin ini yang terbaik untuk dia (Dwi). Tuhan sayang sama dia," kata Mawarni usai menerima santunan.

Diketahui, Jasa Raharja memberikan santunan kepada korban meninggal dunia sebesar 25 juta.

Masing-masing untuk keluarga almarhumah Dwi Wardiah dan keluarga almarhumah Marlina Sihotang. Santunan diberikan langsung Kepala Jasa Raharja Siantar Hendra Yudistira dan Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Sonny Harsono. Santunan diberikan dengan simbolis surat pengantar ke bank BRI.

Kondisi Angkutan Kota setelah ditabrak Truk Tronton di Jalan Asahan-Siantar KM 4,5, Simalungun, Kamis (2/3/2017). Sopir angkot tewas pada insiden ini.
Kondisi Angkutan Kota setelah ditabrak Truk Tronton di Jalan Asahan-Siantar KM 4,5, Simalungun, Kamis (2/3/2017). Sopir angkot tewas pada insiden ini. (Tribun Medan/Dedy)

Saat ditanyai sosok Dwi, pihak keluarga mengungkapkan Dwi merupakan anak yang rajin belajarn beprestasi. Bahkan Dwi juga merupakan anak yang taat beribadah.

"Dwi itu anaknya pendiam, rajin belajar, selalu rangking lima besar. Dwi juga rajin ngaji juga rajin salat," ungkap pihak keluarga mendampingi Mawarni.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved