Bahaya Suntik Hormon Hingga Berujung Keretakan Rumah Tangga Evelyn dan Aming, Ini Indikasinya

Penyebab pertengkaran Evelyn Nada Anjani dan Aming Supriatna Sugandhi sudah diketahui.

TRIBUNNEWS.COM/REGINA
Aming Sugandhi dan Evelyn Nada Anjani ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017). (TRIBUNNEWS.COM/REGINA) 

TRIBUN-MEDAN.com - Penyebab pertengkaran Evelyn Nada Anjani dan Aming Supriatna Sugandhi sudah diketahui.

Yaitu, Evelyn berhenti minum hormon. Lalu menjadi mudah emosi, dan tidak stabil.

Seperti yang diketahui Evelyn sebelumnya sempat melakukan suntik hingga konsumsi hormon agar jiwa maskulin pada dirinya lebih dominan.

Namun, setelah menikah dengan Aming, Evelyn memutuskan untuk tak lagi konsumsi minuman hormon tersebut.

Informasi itu diutarakan sahabat Evelyn, Nikita Mirzani, ketika ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Menurut dr. Suci Dwi Putri, dalam layanan konsultasi di klikdokter.com, hingga saat ini belum ada izin yang dikeluarkan dalam terapi hormon testosteron pada wanita untuk transgender.

Baca: Bukan Karena Pihak Ketiga, Ternyata Ini Penyebab Aming Menggugat Cerai Evelyn

Baca: Aming Mengaku Bahagia Bersama Evelyn, Tapi inilah Masalah Sesungguhnya

Evelyn Nada Anjani dalam tampilan mengenakan gaun yang membuatnya terlihat feminin. (Instagram/@ev0124)
Evelyn Nada Anjani dalam tampilan mengenakan gaun yang membuatnya terlihat feminin. (Instagram/@ev0124) (Instagram/@ev0124)

Kecuali jika didasari oleh kelainan medis, misalnya pada penderita sindroma Klinefelter yang memiliki kelainan kromosom 47xxy.

Sedangkan pada wanita normal yang ingin menjadi pria hal tersebut tidak dianjurkan. Hal itu karena ada efek samping dari hormon yang dimasukkan dalam tubuh dalam jangka panjang.

Berikut hal terjadi setelah pemberian testosteron:

1. Menyebabkan terhentinya menstruasi dalam bulan pertama
2. Pendalaman suara (suara lebih berat)
3. Peningkatan rambut wajah dan tubuh
4. Peningkatan ukuran klitoris
5. Peningkatan libido
6. Peningkatan kemampuan untuk membangun dan mempertahankan massa otot. 
7. Pengguna akan terlihat lebih laki-laki ke dunia luar, setelah satu tahun pengobatan, tetapi efek penuh testosteron yang dapat memakan waktu hingga 10 tahun.

dr. Suci Dwi Putri menjelaskan, suntik hormon testosteron juga punya efek samping yang cukup berbahaya bagi kesehatan, yaitu:

1. Meningkatnya kulit berminyak, jerawat, berat badan
2. Sakit kepala. 
3. Hepatotoksisitas (kerusakan hati)
4. Resistensi insulin (insulin tidak dapat menjalankan fungsinya untuk sirkulasi glukosa).
5. Perubahan negatif dalam profil lemak darah (penurunan HDL dan peningkatan trigliserida) dan homosistein. 
6. Polisitemia (gangguan pada sumsum tulang) pada mereka yang berisiko karena efek erythropoeitic 
7. Sindrom ovarium polikistik (PCOS), gangguan keseimbangan kadar hormonal. 
8. Secara teori, hormon ini juga dapat menyebabkan resiko terkena kanker payudara, ovarium, endometrium dan kanker serviks. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved