Meski Juara Satu Karate di Tingkat Nasional, Leo Tak Pernah Anggar Jago
Siswa kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) St. Thomas 1, Medan ini berhasil meraih juara satu di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
Laporan Wartawan Tribun Medan, Nikson Sihombing
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Meskipun berhasil meraih juara satu karate di tingkat nasional namun lebih memilih tetap kalem. Itu lah prinsip hidup yang dipegang oleh Leonardo Gregorius Situmorang.
Siswa kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) Santo Thomas 1, Medan ini berhasil meraih juara satu di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Jakarta pada Juli 2016 lalu.
Juara satu itu diraih di kelas tanding (kumite) untuk tingkat SMP.
Baca: Gadis Manis Berhijab Ini Mendadak Populer, Menilik Sikap Femininnya Anda Pasti Tak Sangka Profesinya
Baca: Karateka Peraih Medali Emas di Jerman Ini Ternyata Bercita-cita Jadi Polwan
"Di balik gelar juaraku itu, aku lebih memilih untuk jadi siswa yang kalem aja. Enggak mau anggar jago sama kawan-kawan lain," katanya saat diwawancarai di sekolahnya di Jalan S Parman, Jumat (10/3/2016)
Anak dari pasangan Asi Parulian Situmorang dan Royana Parhusip ini mengatakan olahraga bukan untuk anggar jago tapi khusus untuk prestasi.
Dari antara teman-temannya ia adalah siswa yang lebih suka di bidang olahrga. Sementara teman-temannya yang lain di bidang sains dan ilmiah.
"Aku khusus di bidang olahraga. Nah olahraganya itu khusus cabang olahraga karate. Kelas karatenya khusus di kumite atau kelas tanding," kata siswa yang beralamat di Perumahan Graga Tanjung Anom ini.
Siswa yang belajar karate sejak kelas 2 SD tahun 2009 ini mengatakan, ketika berhasil meraih juara teman sekelas dan orangtuanya merasa bangga. Karena ia menang O2SN dari tingkat kota Medan, Provinsi hingga Nasional. Namun orangtuanya berpesan permainanya bisa lebih baik lagi.
Orangtuanya berpesan agar ia tidak terlalu banyak menggunakan tangan. Lebih baik menggunakan kaki karena nilainya lebih tinggi.
"Kalau pakai tangan kan poinnya cuma satu. Tapi kalau kaki poinnya tiga. Jadi ketika ketinggalan skor bisa pakai kaki untuk kejar skor," kata anggota dari dojo Capital Klub, di jalan Cik Di Tiro.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/leonardo-gregorius-situmorang_20170310_193034.jpg)