Tempat Penampungan Pedagang Seperti Tempat Mesum
"Gak mau pindah. Pasar sementaranya saja lebih mirip kamar mesum. Kayak mana berjualan di sana," sebut pedagang tersebut.
Penulis: Hendrik Naipospos |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Walau telah diberikan surat permintaan pengosongan pasar hingga tiga kali, tak seorangpun Pedagang Pasar Kampung Lalang Medan meninggalkan kios dan pindah ke pasar sementara yang telah dibangun Perusahaan Daerah (PD) Pasar Medan.
Pasar sementara berada tak jauh dari Pasar Kampung Lalang, yakni di Jalan Gatot Subroto Km 8,2.
Pedagang ayam di Pasar Kampung Lalang menyebutkan bahwa lolasi pasar sementara tak layak sebagai tempat berjualan.
Baca: Menurut Djarot, Ini Alasan Ahok Kampanye Diam-diam
Baca: Tiga Tersangka Perampokan di Pulomas Saling Berkomunikasi di Dalam Sel, Apa yang Diperbincangkan?
Ia bahkan menyebutkan tempat tersebut lebih cocok menjadi rumah kitik-kitik.
"Gak mau pindah. Pasar sementaranya saja lebih mirip kamar mesum. Kayak mana berjualan di sana," sebut pedagang tersebut.
Berdasarkan pengamatan Tribun, lokasi pasar sementara masih terkunci dan tak seorang pun berada di dalam pasar.
Kios-kios diperkirakan berukuran dua kali dua meter yang terbuat dari papan.
Kios juga tak memiliki pintu, dan lebar perlintasan pembeli hanya sekitar satu meter.
"Iya, gak ada pintunya. Di mana mau kami simpang barang dagangan ini? Ukuran gang pun tak masuk akal. Cuma satu meter, tak bisa pembeli mau lalu-lalang," ucapnya.
Sekadar informasi, pengosongan Pasar Kampung Lalang dikarenakan pasar ini akan mendapatkan revitalisasi oleh Pemko Medan.
(cr2/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kios-kios-di-pasar-sementara-tribun-medan_20170312_153621.jpg)