Bisa Move On Setelah Gagal ke Inggris, Lenny Tetap Bisa Berprestasi

"Terhambat biaya, sehingga batal berangkat. Tapi saya tidak mundur, melainkan semakin semangat belajar Bahasa Inggris dan mengikuti kompetisi,"

Bisa Move On Setelah Gagal ke Inggris, Lenny Tetap Bisa Berprestasi
Tribun Medan/Silfa
Lenny Suryani (tengah) berfoto bersama dengan guru Bahasa Inggris dan Kepala sekolah SMA Parulian 1 Medan. 

Laporan wartawan Tribun Medan, Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.COM - Gagal berangkat mengikuti pertukaran pelajar ke Inggris tidak membuat Lenny Suryani Gulo, siswa 11 IPA II SMA Parulian 1 Medan tak patah semangat.

Ia segera move on dan tetap melanjutkan minatnya terhadap Bahasa Inggris. Ia bahkan semakin menunjukkan prestasi dan mengaplikasikan minatnya terhadap Bahasa Inggris dengan mengikuti lomba yang berkaitan dengan Bahasa Inggris seperti pidato dan debat Bahasa Inggris.

Baca: Sekolah Parulian 1 Aplikasikan Gerakan Literasi Sekolah

Baca: Konsul Amerika Serikat Apresiasi Program Literasi di Sekolah Parulian 1

Lenny menuturkan kegagalannya berangkat ke Inggris awal Januari lalu karena terhambat biaya. Walaupun sudah susah payah mengikuti seleksi yang panjang.

Mulai dari membuat karya essay, wawancara hingga test grammer dan conversation dan berhasil mendapatkan beasiswa  Internasional Foundation Proapectus.

Namun tidak semua  biaya ditanggung. Sisa biaya yang nominalnya jika dirupiahkan masih cukup besar bagi orangtua. Sehingga ia gagal berangkat.

"Terhambat biaya, sehingga batal berangkat. Tapi saya tidak mundur, melainkan semakin semangat belajar Bahasa Inggris dan mengikuti kompetisi yang berkaitan dengan Bahasa Inggris," katanya.

Siswa yang juga menjabat Ketua OSIS di sekolahnya ini juga menuturkan tetap menggali bakat dan minatnya terhadap Bahasa Inggris dengan banyak belajar conversation, pidato, dan debat.

"Saya bahkan baru memperoleh juara 1 lomba pidato Bahasa Inggris di Kantor Dharma Wanita Medan Petisah sekota Medan, tahun sebelumnya saya juara 2. Kesempatan pertukaran pelajar lain mungkin bisa ia kejar," katanya.

Selain menguasai Bahasa Inggris, ia juga berprestasi di akademik, Lenny mendapatkan predikat juara umum sejak duduk di bangku SMP dan ia pertahankan hingga SMA.

Di tengah kesibukan mengikuti lomba debat, pidato dan lomba-lomba lainnya, ia tidak mengurangi waktu belajarnya untuk mata pelajaran di kelas sehingga tetap berhasil mempertahankan prestasi akademiknya. 

Selain akademik, Lenny juga aktif berorganisasi di sekolah, ia pun terpilih menjadi Ketua OSIS.

"Kalau ditanya sibuk, dan bagaimana bagi waktu, ya manfaatkan waktu secerdas mungkin. Kalau lagi ada lomba, mungkin lebih intens mempersipkan lomba sebelum hari H dan mengurangi sedikit waktu belajar. Namun jika sedang tidak ada lomba, waktu belajar ditambah. Begitu pula dengan kegiatan OSIS, kalau lagi ada event ya maksimalkan kegiatan tapi bukan berarti tidak belajar, hanya mengurangi sedikit," jelasnya.

Penulis:
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved