Selusin Karyawan Perusahaan Senjata Israel Ditangkap karena Korupsi

Penyelidikan difokuskan pada dugaan suap yang diberikan agar calon kontraktor dapat memenangi tender proyek IAI.

Kementerian Pertahanan Israel/Haaretz.com
Rudal anti-balistik Arrow 3 diembakan dalam sebuah uji coba oleh Israel. Foto diambil pada 18 Januari 2017. 

TRIBUN-MEDAN.com, JERUSALEM - Lebih dari selusin karyawan pada perusahan raksasa perakitan senjata Israel telah ditangkap karena diduga melakukan korupsi secara sistematis.

Polisi Israel, Rabu (15/3/2017), mengatakan, 13 karyawan Industri Dirgantara Israel (IAI), termasuk beberapa direktur, kepala departemen, dan mantan perwira militer telah ditangkap.

Penyelidikan difokuskan pada dugaan suap yang diberikan agar calon kontraktor dapat memenangi tender proyek IAI. Juga dugaan pencurian, hilangnya kepercayaan, dan pencucian uang.

Polisi tidak memberikan keterangan lebih detail atas para tersangka atau apakah dugaan korupsi itu berdampak pada perdagangan senjata dengan negara-negara lain.

Namun, "hasil investigasi menunjukkan adanya praktek kejahatan yang sistematis," kata polisi seperti dilaporkan Agence France Presse.

"Kami menyelidiki di sejumlah tempat, kami menemukan adanya unsur korupsi," kata juru bicara polisi, Meirav Lapidot, kepada radio militer.

Tim penyidik juga menggeledah rumah dan kantor para tersangka. Polisi mengatakan, pengadilan diharapkan akan mengeluarkan surat perpanjangan masa penahanan para tersangka itu pada Rabu ini.

IAI dikuasai penuh oleh pemerintah Israel dan merupakan perusahaan perakitan senjata terbesar di negara Yahudi itu.

Perusahaan mempekerjakan hampir 16.000 orang, menurut data pada tahun 2015, dan memiliki pedapatan sekitar 3,7 miliar dollar AS atau setara Rp 49,4 triliun.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved