Breaking News:

Wanita Lebih Rentan Kecanduan Obat Pereda Nyeri

Tahun lalu lebih dari 59 juta obat antinyeri diresepkan. Jumlah itu cukup untuk membuat setiap orang di Amerika punya sebotol obat antinyeri dan

Editor: akb lama
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com - Tahun lalu lebih dari 59 juta obat antinyeri diresepkan. Jumlah itu cukup untuk membuat setiap orang di Amerika punya sebotol obat antinyeri dan 2 juta orang kecanduan obat tersebut menurut laporan American Society of Addiction Medicine (ASAM).

Overdosis obat merupakan penyebab utama kematian mendadak dan peresepan obat antinyeri disebutkan laporan tersebut hampir separuh dari itu.

Baca: Ini Dia Berbagai Buku Untuk Anak yang Disediakan Gramedia

Kendati saat ini mungkin Anda mendapatkan resep antinyeri, itu tak berarti Anda bakal direhabilitasi di masa depan.

Ketika digunakan dengan benar, antinyeri merupakan bagian penting dari pengobatan nyeri.

Baca: Investor Minta Kepastian Sikap Sandiaga Soal Reklamasi Teluk Jakarta

Wanita sangat rentan terkena kecanduan antinyeri. Begitu penjelasan Erin Goodhart, seorang spesialias adiksi dan direktur women's services di Caron Treatment Centers.

Hormon wanita membuat kaum hawa jadi rentan terhadap efek antinyeri. Ditambah, wanita cenderung menyalahgunakan obat resep untuk menurunkan berat badan, mengatasi kelelahan, mengatasi nyeri dan mengobati sendiri masalah kesehtan mental. Begitu menurut statistik terakhir dari National Institutes of Health.

Baca: Ini Target Trafik Kunjungan Gramedia Sun Plaza saat Gelar Lomba Mewarnai

Sekitar 15,8 juta wanita mengakui menyalahgunakan obat tahun lalu dan 4,6 juta mengatakan menyalahgunakan obat resep dokter.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved