Breaking News:

Wanita Lebih Rentan Kecanduan Obat Pereda Nyeri

Tahun lalu lebih dari 59 juta obat antinyeri diresepkan. Jumlah itu cukup untuk membuat setiap orang di Amerika punya sebotol obat antinyeri dan

Editor: akb lama
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

Setiap tiga menit seorang wanita di AS dibawa ke ruang gawat darurat. karena penyalahgunaan obat nyeri yang diresepkan dokter.

Bagaimana cara kita mengontrol agar tak menyalahgunakan obat tersebut? Berikut ini hal yang perlu diketahui soal wanita dan peresepan antinyeri.

1. Wanita cenderung mudah kecanduan obat antinyeri

Ada beberapa faktor yang unik pada tubuh dan situasi wanita. Pertama, wanita merasa nyeri lebih intensif karena memiliki lebih banyak reseptor saraf daripada pria, menurut studi yang dilakukan oleh American Society of Plastic Surgeon.

Baca: Dampak Buruk Terlalu Banyak Baca Buku Pola Asuh Anak

Kemudian, wanita cenderung membicarakan nyeri itu dengan petugas kesehatan dan lebih proaktif menginginkan manajemen stres, kecemasan dan nyeri. Begitu kata Goodhart.

Dokter sering memberi obat terhadap keluhan tersebut. Wanita cenderung diberi resep antinyeri dibanding pria, ketika mereka mengalami gejala yang sama.

Masalah lainnya adalah dokter sering lupa bahwa wanita secara biologis tak sama dengan pria.

Kendati ada fakta bahwa wanita lebih kecil dan lebih sensitif terhadap efek pengobatan nyeri, dokter meresepkan obat antinyeri pada wanita dengan dosis lebih tinggi dan periode lebih lama. Itu menurut studi yang dilakukan oleh Center for Disease Control.

Menambah masalah tersebut, wanita menjadi tergantung obat antinyeri secara biologis dan psikologis dalam jangka lebih pendek dan dosis lebih kecil daripada pria.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved