Breaking News

Demi Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Ini Permintaan KPU

Sejumlah masukkan disampaikan dalam Fokus Grup Duskusi (FGD) yang digelar KPU Kota Medan bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan ...

Tribun Medan / Mustaqim
Grafik tingkat partisipasi pemilih Kota Medan, mulai Pemilihan Legislatif (Pileg) 2004 hingga Pemilu Pemilukada Kota Medan 2015, Rabu (22/3/2017). (Tribun Medan / Mustaqim) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rendahnya tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Medan 2015 lalu yang hanya mencapai 25,38 persen, membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kota Medan membutuhkan masukkan dari berbagai elemen masyarakat.

Sejumlah masukkan disampaikan dalam Fokus Grup Duskusi (FGD) yang digelar KPU Kota Medan bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Medan yang dihadiri perwakilan Camat, Akademisi, dan sejumlah praktisi media.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Fauziah Dongoran. Ia mengatakan rendahnya tingkat partisipasi pemilih di Kota Medan, membuat KPU sudah harus melihat kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan informasi.

Baca: Emosi, Mike Tyson Pukul Penjaga SPBU dengan Helm

Mike Tyson, pria yang nekat memukul penjaga SPBU dengan menggunakan helm, Rabu (22/3/2017). (Tribun Medan / Array)
Mike Tyson, pria yang nekat memukul penjaga SPBU dengan menggunakan helm, Rabu (22/3/2017). (Tribun Medan / Array) (Tribun Medan / Array)

"Setiap generasi punya cara sendiri dalam menyerap informasi. KPU bisa gandeng publik figur untuk menarik pemilih, misal maksimalkan peran ustad yang memiliki banyak massa berupa ibu-ibu pengajian," jelasnya di Kantor Kesbangpolinmas Kota Medan, Jalan Balaikota, Rabu (22/3/2017).

Pemimpin Redaksi Tribun Medan, Domuara Ambarita menyebutkan bahwa KPU Medan perlu merubah pola sosialisasi seiring dengan perkembangan jaman. Konsumsi informasi masyarakat saat ini tidak lagi bergantung pada media cetak dan televisi.

"Saran saya perlu dilakukan inovasi dalam melakukan sosialisasi yang efektif di tengah era generasi milenial saat ini. Masyarakat usia 18 sampai 34 tahun cenderung peroleh informasi melalui media sosial maupun gadget," ungkapnya.

Baca: Banyak Komentar Masyarakat, Eldin Komentar di Youtube Tribun Medan

Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin pascaMusyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Rabu (22/3/2017). (Tribun Medan / Hendrik)
Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin pascaMusyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Rabu (22/3/2017). (Tribun Medan / Hendrik) (Tribun Medan / Hendrik)

Bahkan pihaknya siap memfasilitasi KPU Medan dalam melakukan sosialisasi ke SMA maupun Perguruan Tinggi di Kota Medan.

"Kami punya halaman khusus goes to school dan goes to school, bila KPU tertarik bersosialisasi tentang demokrasi dan pemilu, kita bisa memfasilitasi," ucapnya.

(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved