Ini Kisah Ibrahim Ahmad, Penyandang Tuna Netra Berprestasi di MTQ
"Setiap ikut pernah jadi juara dua, juara tiga, dan juara harapan, tapi untuk juara satu belum pernah sama sekali,"
Laporan Wartawan Tribun Medan / Mustaqim Indra Jaya
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keterbatasan fisik tidak membatasi seseorang untuk dapat beprestasi. Penyataan itu mungkin tepat bila disematkan kepada Ibrahim Ahmad, pria berusia 46 tahun yang sejak lahir telah menyandang sebagai tuna netra.
Pria kelahiran Tapanuli Selatan ini mengaku baru berani berpartisipasi di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sekitar enam tahun yang lalu. Menurutnya ia sering meraih prestasi, walau belum pernah menjadi yang terbaik di perlombaan Mujawwad untuk golongan cacat netra di ajang ini.
"Setiap ikut pernah jadi juara dua, juara tiga, dan juara harapan, tapi untuk juara satu belum pernah sama sekali," sebutnya di lapangan Jalan Trituta, Simpang Mariendal, Kecamatan Medan Amplas, Rabu (22/3/2017).
Ia juga mengaku tidak memiliki persiapan khusus dalam mengikuti ajang MTQ ke-50 Medan di lapangan Jalan Tritura, Simpang Mariendal, Kecamatan Medan Amplas tahun ini. Pria yang berprofesi sebagai tukang pijat ini hanya berlatih dengan saat memiliki waktu senggang.
"Persiapan ikut MTQ ini hanya beberapa hari. Kapan teringat dibaca. Dan saat tampil tadi saya bawakan Surat Al Baqarah ayat 153," ujarnya.
Pada MTQ ke-50 Medan, Ibrahim mengaku tidak mematok target tertentu. Ia mengaku hanya memberikan penampilan maksimal saat menjadi peserta di depan Dewan Hakim MTQ.
(cr8/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ibrahim-ahmad-mtq-tribun_20170322_154024.jpg)