Berawal dari Jatuh dan Didiagnosa Tipus Sampai Lumpuh, Ini Kisah Miris Arfan Bocah 8 Tahun
“Di Rumah Sakit Dr.Jagir Singh Dhillon semua organ diperiksa bagus dan diagnosanya kelebihan sel darah putih dan ada infeksi di dalam,“
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Yusuf (35) Ayah Ahmad Arfan (8) menceritakan bagaimana awal mula Arfan bisa sampai sakit seperti saat ini hingga dirinya susah untuk berdiri.
Sekitar tahun 2014 pada saat umur Arfan masih 4,5 tahun, kondisi Arfan ketika itu masih dalam keadaan sehat, bahkan Arfan tumbuh dan terlihat gemuk.
Baca: Mentah ke Kubu Anies-Sandi, Relawan Agus-Sylvi Balik Gagang Malah Dukung Ahok
Namun semua itu berubah, tepatnya sejak bulan mei 2014, saat sedang bermain Arfan terjatuh,dan mengalami demam. Namun demamnya tak kunjung turun sehingga membuat Yusuf panik dan akhirnya dibawa ke rumah sakit Lubukpakam.
“Di Rumah Sakit Umum Lubukpakam Diagnosanya penyakit Arfan Typus berat dan Infeksi,“kata Yusuf.
Setelah tiga hari penanganan tidak ada perubahan yang terjadi, akhirnya Arfan dipindahkan ke Rumah Sakit Dr.Jagir Singh Dhillon Tanjungmorawa.
“Di Rumah Sakit Dr.Jagir Singh Dhillon semua organ diperiksa bagus dan diagnosanya kelebihan sel darah putih dan ada infeksi di dalam,“katanya.
Dua hari Arfan rawat inap di Rumah Sakit Dr.Jagir Singh Dhillon, akhirnya sehat dan dibawa pulang.
Namun selang beberapa hari kemudian Arfan sakit dan kembali dilarikan ke Rumah Sakit Dr.Jagir Singh Dhillon.
Baca: Anggota DPRD Ini Minta Polisi Segera Tangkap Otak Pelaku Pembakar Rumahnya
Beberapa hari kemudian Arfan sembuh dan tidak lama setelahnya penyakit Arfan kumat kembali dan untuk kesekian kalinya dilarikan kembali ke Rumah Sakit Dr.Jagir Singh Dhillon.
Namun karena biaya sudah tidak ada, akhirnya Arfan di bawa pulang ke jalan Denai.
Karena kekurangan biaya, akhirnya Arfan tidak bisa lagi di bawa ke rumah sakit. Mulai dari situ Arfan di coba ke berbagai pengobatan alternatif kesana-kemari.
“Lambat laun setelahnya badan Arfan mulai mengecil, kaki dan tangannya mulai kaku jadi bengkok-bengkok dan lumpuh,“kata Yusuf.
3,5 tahun sudah Arfan menahan rasa sakitnya sampai saat ini, dan pengobatan alternatif yang dilakukan tidak ada efeknya sama sekali.
Bahkan untuk makan saja Arfan tidak selera dan hanya baru-baru saja Arfan mau sedikit makan.
“Semoga ada perhatian dari pemerintah daerah terhadap penyakit anak saya,”pungkas Yusuf.
(cr9/tribun-medan.com)