Pemko Medan

Target PAD dari Papan Reklame Sangat Jauh dari Harapan

"Sangat kecil PAD reklame kita. Hanya Rp 10 miliar dan sekitar Rp 3 miliar sudah digunakan untuk pembongkaran papan reklame ilegal.Target PAD Rp 70 m"

Target PAD dari Papan Reklame Sangat Jauh dari Harapan
Tribun Medan/Hendrik Naipospos
Petugas Satpol PP bersiaPetugas Satpol PP bersiap menurunkan papan reklame ilegal di persimpangan Jalan Imam Bonjol dan Jalan Perdana, Selasa (7/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua tahun belakangan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan gagal memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari papan reklame.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Papan Reklame DPRD Medan, Landen Marbun menyebutkan bahwa target PAD dari papan reklame senilai Rp 70 miliar per tahun, namun realisasi hanya sekitar Rp 10 miliar.

"Sangat kecil PAD reklame kita. Hanya Rp 10 miliar dan sekitar Rp 3 miliar sudah digunakan untuk pembongkaran papan reklame ilegal. Target PAD Rp 70 miliar, ini di bawah data potensi papan reklame yang mencapai Rp 100 miliar," kata Landen kepada www.tribun-medan.com.

Data ini terpaut jauh dari PAD papan reklame Pemko Surabaya dan Pemko Bandung.

Baca: Pemko dan DPRD Akan ke Surabaya Untuk Menuntut Ilmu Ini dari Tri Rismaharini

Landen menceritakan PAD papan reklame Surabaya mencapai Rp 135 miliar dan Bandung di kisaran Rp 200 miliar.

"Medan kalah jauh dari Surabaya dan Bandung. Kita mau belajar sama dua kota ini," sambung Landen.

Ia mengungkapkan persoalan papan reklame sedang menjadi perhatian serius oleh masing-masing anggota dewan.

Bahkan, dalam rapat pansus terakhir tercetus rencana pansus papan reklame untuk merevisi perda dan bergabung bersama anggota dewan lainnya mengusulkan hak interpelasi.

"Revisi perda dan interpelasi sempat menjadi pembahasan, tapi kesimpulannya pansus akan berangkat bersama pemko ke Bandung dan Surabaya," tuturnya mengakhiri.

(cr2/tribun-medan.com)

Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved