Ujian Nasional

Kepala Sekolah Surati PLN Selama Ujian Nasional Berlangsung karena Takut Hal Ini Terjadi

"Kami harapkan PLN agar tidak ada pemadaman di saat ujian berlangsung, sehingga tidak mengganggu proses ujian dan memecah konsentrasi peserta ujian."

(Tribun-MEdan.com/Baginda Fatah)
Proses Ujian Nasional Berbasis Komputer di SMK Negeri 9 Kota Medan, Rabu (5/4/2017). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kepala SMK Negeri 9 Medan Sakti sengaja menyurati manajemen PT PLN (Persero) Area Medan. Ia meminta agar arus listrik terjabmin, dan tidak ada pemadaman bergilir di kawasan Jalan Patriot Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, selama ujian nasional berlangsung.  

SMK Negeri 9 Medan yang terletak di jalan Patriot no .20 A kel. Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Sekolah ini merupakan sekolah kejuruan yang terdiri atas, jurusan keperawatan sosial, teknik komputer jaringan , rekayasa perangkat lunak, desain komunikasi visual, animasi dan multimedia.

Sekolah kejuruan ini telah menjalankan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) sejak 3 tahun yang lalu.
"Kami, pihak sekolah mengantisipasi kendala non-teknis, seperti listrik yang mungkin padam dengan menyurati PLN. Kami harapkan PLN agar tidak ada pemadaman di saat ujian berlangsung, sehingga tidak mengganggu proses ujian dan memecah konsentrasi peserta ujian," ujar Sakti SPd Mpd.

Aliran listrik di Kota Medan memang kerap padam bergilir alias biarpet. PT PLN kerap berdalih akibat pasokan strum lebih sedikit dibandingkan pemakaian masyarakat.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut Sri Kumala dan Anggota Komisi E DPRD Sumut Eveready Sitorus didampingi Kepala Sekolah Dr Sjahrir Nurhajati serta petugas pengawas meninjau pelaksanaan UNBK di SMK Dr Sjahrir di Jalan Perbaungan, Medan, Selasa (4/4/2017). (Tribun Medan / Nanda)
Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut Sri Kumala dan Anggota Komisi E DPRD Sumut Eveready Sitorus didampingi Kepala Sekolah Dr Sjahrir Nurhajati serta petugas pengawas meninjau pelaksanaan UNBK di SMK Dr Sjahrir di Jalan Perbaungan, Medan, Selasa (4/4/2017). (Tribun Medan / Nanda) (Tribun Medan / Nanda)

Baca: Beginilah Resep SMK agar Tenang Hadapi Pelaksanaan UNBK untuk Kali Pertama

Baca: Perdana UNBK, Ini Celotehan Siswa SMK Tata Kecantikan 

Baca: Hari Kedua, Komisi E Turun Langsung Melihat Pelaksanaan UNBK

Ia menjelaskan pelaksanaan UNBK kali ini berjalan tanpa kendala yang berarti. Ini disebabkan karena ada antisipasi yang nyata, sehingga UNBK dapat berjalan dengan lancar.

"Mekanisme ujian juga tidak banyak berubah dari tahun lalu," kata menambahkan.

Perubahan pada UNBK sekarang adalah pengembangan dari segi pengamana ujian tersebut. Keamanan yang sudah diatur dengan sistem, soal ujian yang random (acak) sehingga meminimalisir potensi kecurangan yang ada.

Mengenai pengawas, SMK Negeri 9 Medan menggunakan sistem silang murni sejak tahun lalu. Sistem ini yang dulu dikenal dengan sistem rayon. Pengawas-pengawas didatangkan dari SMK Sunggal, SMK Borobudur, dan SMA Negeri 12 Medan. Satu ruangan ujian, diisi oleh 3 orang pengawas sekaligus, terlihat pengawas sedang mengamati jalannya ujian.

Kepala Jurusan Teknik Komputer Jaringan SMK 9 Medan Ramzil Gempita Hidayat,
menjelaskan, UNBK 2017 lebih praktis dibanding tahun sebelumnya.

UNBK ini menggunakan fitur-fitur komputer yang diperbaharui. Hanya dengan setengah jam men-download soal-soal tersebut dari server pusat, jika tahun lalu bisa memakan waktu sebelas jam.

Soal-soal diunduh menggunakan token. Token tersebut diunduh pada pukul 07.20 WIB, sepuluh menit sebelum ujian berlangsung dari server pusat. Ujian berlangsung dari pukul 07.30 WIB hingga selesai pada 09.00 WIB.

Setelah token terunduh, maka token tersebut dibagikan kepada siswa yang akan ujian. Token ini digunakan siswa untuk mengakses soal ujian yang akan dikerjakannya. Setiap token berbeda, sehingga setiap siswa mendapat soal yang berlainan pula.

Baca: 4,1 Juta Anak Indonesia Tidak Bersekolah

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved